Penanganan Stunting Perlu Perhatian dan Partisipsi Semua Pihak
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kalangan DPRD Kalteng mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menggencarkan penanganan Stunting di Bumi Tambun Bungai.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Evi Kahayanti, saat dikonfirmasi Tabengan di gedung dewan, Jumat (23/6/2023). Menurutnya, berdasarakan data nasional angka stunting di Kalteng mencapai 40 persen, dimana angkat tersebut terbagi disetiap kabupaten dan tertinggi adalah Murung Raya (Mura).
“Dari berberapa pantaun dan kajian, tingginya angka stunting di Kabupaten Mura, ternyata di tingkatan kabupaten dan kecamatan. Sementara penduduk yang tinggal di daerah pedesaan belum terdata dengan baik,” ucpanya
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas !Gumas) dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan bahwa penurunan angka stunting, perlu adanya perhatian dan partisipasi semua orang. Baik itu pemerintah yang terjun ke masyarakat dalam memberikan sosialisasi hidup sehat, pendataaan dan penanganan cepat bila menemukan ada gejala stunting pada anak.
“Ada beberapa aspirasi dari pemerintah kabupaten Mura kepada kita saat menggelar kunjungan kerja. Yakni pemkab setempat memohon bantuan anggaran dari pemerintah provinsi dalam penanganan stunting,” ujarnya.
Kendati demikian, politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga berharap agar masyarakat bisa merubah pola hidup sesuai dengan anjuran kesehatan. “Terlebih masyarakat yang tinggal di deerah aliran sungai dekat tambang. Karena, kualitas air juga akan menjadi faktor penghambat tumbuh kembang anak,” pungkasnya.(ina)




