DPRD KOTA PALANGKA RAYAKabar DaerahLEGISLATIF

Rana Muthia Oktari Apresiasi Terobosan Posyandu, Dorong Optimalisasi Layanan Dasar untuk Warga

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Terobosan posyandu yang kini menghadirkan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) mendapat apresiasi dari Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari. Menurutnya, langkah ini menjadi wujud nyata upaya pemerintah dalam memperluas akses layanan dasar masyarakat.

Enam bidang SPM yang dimaksud meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial. Dengan cakupan tersebut, posyandu kini tidak hanya berfungsi sebagai pos kesehatan balita, melainkan berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh keluarga maupun masyarakat sekitar.

Rana Muthia menyebut, terobosan ini adalah langkah maju dalam menjawab kebutuhan masyarakat. “Posyandu dengan wajah baru ini merupakan bentuk inovasi pelayanan publik yang sangat penting. Bukan hanya untuk kesehatan ibu dan anak, tetapi juga dalam memberikan kemudahan akses di bidang sosial, pendidikan, maupun perlindungan masyarakat,” ucapnya, Senin (15/9/2025).

Ia menilai, posyandu yang diperluas fungsinya tersebut akan sangat membantu pemerintah kota dalam menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah padat penduduk atau kawasan pinggiran kota.

“Harapan saya, terobosan ini tidak berhenti di tataran konsep. Perlu penguatan di lapangan melalui dukungan tenaga profesional, kader posyandu yang terlatih, serta partisipasi aktif masyarakat. Dengan begitu, posyandu bisa benar-benar menjadi pusat layanan yang efektif dan berkelanjutan,” tegas Rana.

Politisi muda dari Partai NasDem itu juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah kota, dinas terkait, dan DPRD agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.

“Saya ingin posyandu menjadi ruang yang ramah bagi semua kalangan, mulai dari ibu dan anak, remaja, hingga lansia. Jika dijalankan dengan baik, posyandu bisa menjadi pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus simbol gotong royong,” tambahnya.

Rana juga menekankan pentingnya konsistensi. Ia berharap Palangka Raya dapat menjadi contoh kota yang berhasil menerapkan inovasi layanan dasar berbasis masyarakat. “Mari kita jadikan posyandu ini sebagai model yang bisa diadopsi daerah lain. Dengan begitu, masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya secara nyata,” pungkasnya. (pra)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button