
KALTENG.CO-Keberhasilan Garudayaksa FC mengamankan tiket promosi ke Super League musim depan bukanlah sebuah kebetulan. Di balik gemuruh perayaan, ada mekanisme kerja yang sangat rapi dan terukur di dalam tim.
Asisten pelatih Garudayaksa FC, Ahmad Agam Haris Pambudi, membeberkan kunci sukses timnya yang mampu tampil konsisten sepanjang musim Championship.
Dalam perbincangan eksklusif, Agam menegaskan bahwa kerja samanya dengan pelatih kepala, Widodo Cahyono Putro, tidak melulu soal perubahan taktik yang radikal. Sebaliknya, kekuatan utama mereka justru terletak pada penguatan aspek fundamental.
Membangun Mentalitas dan Intensitas Latihan
Menurut Agam, pondasi mental pemain menjadi pembeda saat kompetisi memasuki fase krusial. Alih-alih merombak strategi besar-besaran, tim pelatih lebih fokus pada pemeliharaan motivasi dan disiplin harian.
“Kami hanya terus mengingatkan pemain tentang fighting spirit, motivasi, dan kerja keras. Intensitas saat latihan harus selalu terjaga dengan bagus,” ungkap Agam Haris.
Ia menambahkan bahwa sesi latihan dirancang sedemikian rupa agar tidak membosankan namun tetap fungsional. “Kami membuat model latihan yang menyenangkan tapi tetap fokus pada taktik. Latihan finishing selalu ada, karena detail itulah yang menentukan hasil akhir di lapangan,” lanjutnya.
Ketenangan di Bawah Tekanan
Bukti kematangan mental skuad Garudayaksa FC terlihat jelas saat mereka melakoni laga penentu melawan Persikad Depok. Meski dibayangi tekanan besar, tim asuhan Widodo C. Putro ini sukses menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 3-1.
Agam menjelaskan bahwa respons positif pemain di lapangan adalah buah dari simulasi yang dilakukan setiap hari. Persiapan yang matang membuat para pemain tidak gugup saat situasi pertandingan menjadi sulit.
“Semua situasi sudah kami siapkan di sesi latihan. Kami membangun kepercayaan diri mereka agar tetap tenang dan disiplin menjalankan instruksi meski berada di bawah tekanan tinggi,” jelasnya.
Persiapan Menuju Kasta Tertinggi: Pendekatan Berbasis Data
Menatap kompetisi Super League 2026/2027, tim pelatih Garudayaksa FC menyadari bahwa level persaingan akan jauh lebih berat. Oleh karena itu, modernisasi latihan menjadi harga mati.
Agam memproyeksikan penggunaan teknologi untuk memantau performa atlet secara presisi. Beberapa poin utama persiapan mereka meliputi:
Aspek Fisik: Penggunaan GPS dan monitoring beban latihan untuk mengatur volume serta intensitas latihan secara objektif.
Aspek Mental & Taktik: Latihan dengan simulasi situasi pertandingan nyata (tekanan waktu dan target yang jelas).
Pengambilan Keputusan: Melatih pemain untuk membaca permainan dengan cepat namun tetap tenang dalam melakukan aksi.
Harmoni di Jajaran Pelatih
Kesuksesan ini juga tak lepas dari pembagian tugas yang jelas di pinggir lapangan. Agam Haris menjalankan peran sebagai jembatan antara filosofi besar pelatih kepala dengan implementasi teknis kepada pemain.
“Head coach fokus pada arah besar, filosofi bermain, dan keputusan strategis. Tugas saya sebagai asisten adalah memastikan semua detail itu berjalan optimal, memantau kondisi harian pemain, dan memberikan masukan objektif agar skuat selalu siap tempur,” tutur Agam.
Masa Depan Cerah di Tangan Pemain Muda
Garudayaksa FC, yang berawal dari akademi pada akhir 2023, kini bertransformasi menjadi kekuatan baru sepak bola Indonesia dengan fasilitas lapangan berstandar FIFA. Agam optimistis bahwa pembinaan berkelanjutan akan membuat klub ini tak sekadar “numpang lewat” di kasta tertinggi.
“Kuncinya adalah konsistensi pembinaan yang menggabungkan teknik, fisik, dan mental, serta keberanian memberikan menit bermain bagi pemain muda. Jika ini dijaga, mereka akan menjadi fondasi masa depan tim,” pungkasnya. (*/tur)




