Perempuan Harus Jadi Pelaku Utama Pembangunan, Bukan Sekadar Penonton
PURUK CAHU, Kalteng.co – Dalam dinamika pembangunan daerah yang terus berkembang, peran perempuan kini tak lagi berada di belakang layar. Di Murung Raya, suara untuk memperkuat keterlibatan perempuan terus digaungkan.
Salah satu yang menyuarakan peran Perempuan tersebut datang dari seorang Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Olivia Wiswanti.
Bagi politisi Partai Golkar ini, keterlibatan perempuan bukan sekadar memenuhi kuota atau simbol afirmasi gender. Lebih dari itu, ia memandangnya sebagai bentuk penghormatan terhadap hakikat dan martabat manusia yang setara dalam kontribusi membangun daerah.
“Perempuan memiliki potensi besar, baik sebagai pendidik, pelaku usaha, maupun pemimpin. Mereka harus diberikan ruang dan peluang yang sama untuk berkembang dan memberi dampak,” tegas Olivia, saat ditemui di sela-sela kegiatan pemberdayaan masyarakat, Rabu (30/7/2025).
Dalam pandangannya, perempuan di Murung Raya punya semangat yang luar biasa, tetapi masih menghadapi tantangan seperti akses terhadap pendidikan, pelatihan keterampilan, serta representasi di ranah publik dan politik.
Karena itu, Olivia mendorong kaum perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Ia meyakini bahwa pendidikan dan pelatihan berkelanjutan adalah kunci agar perempuan bisa bersaing di era digital dan globalisasi.
“Kita tidak bisa bicara kemajuan daerah tanpa melibatkan setengah dari potensi sumber daya manusianya, yakni perempuan. Ini bukan soal kesetaraan belaka, tetapi soal efektivitas dan keadilan dalam pembangunan,” tambahnya.
Ia juga menilai bahwa komitmen pemerintah daerah dalam mendorong partisipasi perempuan sudah cukup baik, namun tetap perlu diperkuat dengan kebijakan dan program konkret, serta dukungan dari semua elemen masyarakat.
Lebih jauh, Olivia menyampaikan harapannya agar perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat dari pembangunan, tapi juga pelaku aktif perubahan di keluarga, komunitas, dan pemerintahan.
“Perempuan harus dilibatkan bukan karena mereka perempuan, tapi karena mereka mampu. Mari kita ubah paradigma, dari dilayani menjadi melayani, dari dipimpin menjadi memimpin,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan keberanian mengambil peran, Olivia yakin perempuan Murung Raya mampu menjadi pilar penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. (oiq)
EDITOR: TOPAN




