Serap Aspirasi Dapil IV, Fokus Infrastruktur dan Fasilitas Ibadah

KUALA KAPUAS,Kalteng.co – Anggota DPRD Kapuas, Rahmad Jainudin, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) IV. Usulan yang diserap dari warga didominasi kebutuhan infrastruktur dasar hingga fasilitas keagamaan dan pendidikan.
Rahmad mengungkapkan, sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat antara lain pembangunan Langgar Darul Firdaus di RT 08 Desa Saka Lagun, perbaikan jembatan penghubung RT 09 menuju RT 10, serta jembatan dari RT 10 menuju Handel Petak. Selain itu, warga juga mengusulkan lanjutan pembangunan jalan dari RT 06 menuju RT 07.
“Usulan ini merupakan kebutuhan mendesak masyarakat, terutama untuk menunjang aksesibilitas dan aktivitas sehari-hari warga,” ujarnya. Tak hanya itu, peningkatan jalan pemukiman menuju Kantor Desa Saka Lagun juga menjadi perhatian. Termasuk rehabilitasi berat bangunan MI Jamiatul Wasliyah di RT 05 yang dinilai sudah membutuhkan penanganan serius demi kenyamanan proses belajar mengajar.
Selanjutnya, warga juga mengusulkan peningkatan jalan pemukiman RT 03 menuju jalan lintas, serta lanjutan pembangunan jalan Gang Saka Salma RT 04. Rahmad menegaskan, seluruh aspirasi tersebut akan diperjuangkan agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengawal usulan tersebut melalui pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat direalisasikan secara bertahap. “Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar diperhatikan dan ditindaklanjuti,” tegasnya.
Rahmad juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam merealisasikan berbagai program pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan banyak sentuhan infrastruktur. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia berharap setiap usulan yang telah disampaikan masyarakat dapat dikawal secara berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan. Transparansi dan akuntabilitas dalam proses pembangunan, kata dia, menjadi kunci agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. (hms)




