BeritaNASIONAL

Gunung Lewotobi Laki-Laki Berstatus Awas! Erupsi Lontarkan Abu Setinggi 4 Km

KALTENG.CO-Erupsi hebat kembali terjadi di Gunung Lewotobi Laki-Laki, yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut data terbaru, gunung api ini memuntahkan kolom abu setinggi 4 kilometer pada Senin pagi, (18/8/2025).

Peristiwa ini menandai peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, membuat pihak berwenang kembali menaikkan status gunung menjadi Level IV atau Awas sejak 16 Agustus 2025.


Kronologi Erupsi dan Kondisi Terkini

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menjelaskan bahwa erupsi terakhir terpantau pada Senin, 18 Agustus 2025, pukul 09.11 WITA. Kolom abu yang tebal, berwarna kelabu, terlihat membubung tinggi di atas puncak dan bergerak mengarah ke barat dan barat laut.

Berdasarkan data seismograf, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 44 milimeter dengan durasi 167 detik, menunjukkan pelepasan energi yang cukup besar. Seiring dengan peningkatan aktivitas ini, BNPB bersama pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan warga.


Imbauan Penting dari BNPB untuk Keselamatan

Menanggapi situasi ini, BNPB mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi masyarakat dan wisatawan di sekitar area terdampak:

  • Jauhi Zona Bahaya: Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi, dan 7 kilometer di sektor barat laut hingga timur laut.
  • Tetap Tenang dan Ikuti Arahan: Penting untuk tetap tenang dan selalu mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas terkait. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
  • Lindungi Pernapasan dari Hujan Abu: Bagi warga yang terdampak hujan abu, sangat disarankan untuk selalu memakai masker atau penutup hidung dan mulut. Hal ini krusial untuk mencegah gangguan pernapasan yang bisa disebabkan oleh abu vulkanik.

Gunung Lewotobi Laki-Laki, sebagai salah satu gunung api yang sangat aktif di Indonesia, memang berpotensi erupsi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat sangatlah penting untuk meminimalisir risiko dan dampak bencana. (*/tur)

Related Articles

Back to top button