Jangan Sampai Ada Politik Uang

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunung Mas H Gumer bersama anggota dewan lainnya saat diwawancarai wartawan, belum lama ini.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunung Mas H Gumer bersama anggota dewan lainnya saat diwawancarai wartawan, belum lama ini.

KUALA KURUN,kalteng.co – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas H Gumer mengingatkan agar tidak ada money politic atau politik uang dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 14 desa di Kabupaten Gunung Mas tahun 2021. “Untuk masyarakat kita, jangan ikut money politic atau kampanye hitam. Jangan sampai terjadi money politic di pilkades ini. Masyarakat kita harus bisa menghindarinya,” kata H Gumer saat di bincangi media massa, Senin (15/11).

Wakil rakyat itu berharap adanya partisipasi masyarakat yang mengikuti pilkades kali ini sebanyak 80 persen atau bisa juga lebih. Karena itu bisa menentukan nasib desa tersebut. Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang mengikuti Pilkades serentak di 14 desa di Gunung Mas tahun ini, agar tetap menjaga situasi yang kondusif dalam pemilihan nanti. “Tolong dijaga sekondusif mungkin agar tidak terjadi benturan-benturan antara pendukung satu dan yang lain,” tegasnya.

H Gumer mengingatkan kepada panitia Pilkades serentak agar selalu menjaga netralitas, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai ada panitia yang lebih memihak pada salah satu pasangan tertentu. H Gumer juga minta kepada masyarakat, dalam Pilkades serentak di 14 desa ini, harus cermat melihat calon kepala desa yang memiliki visi dan misi dalam membangun desanya. “Seandainya terpilih nanti visi dan misi tersebutlah yang menjadi program kerja desa, sehingga program tersebut bisa membangun desanya lebih baik lagi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Gumas Nomi Aprilia mengimbau masyarakat yang memiliki hak pilih untuk tidak golongan putih (golput) alias tak ikut memilih. Sementara itu, anggota DPRD Gumas Pebrianto mengingatkan masyarakat agar selalu menaati protokol kesehatan saat menggunakan hak pilih di tempat pemungutan suara. “Jangan sampai ada muncul klaster baru Covid-19 di Pilkades serentak ini, tetap patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (okt/ens)