Kadisdikpora Gumas Klarifikasi Ruang Kelas Darurat, Kepsek: Pembangunannya Sudah Dibahas Komite, Guru dan Orang Tua

KUALA KURUN, Kalteng.co – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadisdikpora) Gunung Mas, Aprianto, menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan pada Jumat (8/8/2025) yang menyoroti kondisi ruang belajar darurat di SDN-1 Tumbang Lampahung, Kecamatan Kurun. Klarifikasi disampaikan melalui konten media sosial dengan menyebutkan pembangunan ruang darurat itu telah menjadi perhatian dinas, bahkan sebelum viral.
Dalam pernyataannya di akun TikTok Uluh Itah yang beredar Sabtu (9/8/2025) malam, Aprianto mengatakan pembangunan ruang kelas akan dianggarkan pada 2026.
“Untuk ruangan yang dibutuhkan ada dua kelas. Karena waktu pengerjaan hingga finishing memerlukan waktu lama, maka kami anggarkan pada tahun 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, Disdikpora mengelola 178 SD, 58 SMP, dan 13 TK/PAUD di Gumas. Karena keterbatasan anggaran, penanganan dilakukan secara bertahap dan sesuai prioritas.
Aprianto kembali menegaskan, pihaknya mengetahui pembangunan ruang darurat tersebut dilakukan secara swadaya.
“Kami memahami kebutuhan itu, namun anggaran saat ini terbatas. Kami akan berusaha memasukkan ke perubahan atau APBD murni 2026,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN-1 Tumbang Lampahung, Friskila, menjelaskan, pembangunan ruang darurat untuk kelas V sudah dibahas bersama komite sekolah, guru, dan orang tua murid pada Juli lalu.
“Dana kami kumpulkan dari komite, sekolah, dan sumbangan guru. Pengerjaan butuh waktu sekitar satu minggu,” jelasnya.
Friskila mengungkapkan sekolah masih kekurangan tiga ruang belajar dan berharap Pemkab Gumas memberi perhatian.
“Jumlah murid ada ratusan, mulai dari kelas awal hingga yang terdaftar di dapodik. Ruang guru bahkan harus dipakai untuk belajar demi kelancaran kegiatan belajar-mengajar,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu orang tua murid, Mamah Cika, mengeluhkan kondisi ruang darurat berdinding seng yang membuat anak-anak kepanasan, terutama dengan program Full Day School hingga sore.
“Ruangan panas dan tidak layak. Kami berharap Pemda segera memperhatikan sekolah anak kami,” ucapnya.
Media sebelumnya mengonfirmasi langsung ke Kadisdikpora Gunung Mas Aprianto, namun belum mendapat tanggapan karena yang bersangkutan beralasan sedang rapat. Upaya konfirmasi melalui telepon dan WhatsApp juga belum direspons.(nya)
EDITOR: TOPAN



