PALANGKA RAYA,Kalteng.co – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah Hj Siti Nafsiah meminta kepada pemerintah melalui dinas/instansi terkait melakukan pemantuan terhadap ketersediaan obat-obatan dan oksigen medis di lapangan.
Legislator yang membidangi kesejahteraan rakyat (kesra) ini juga mengingatkan kepada para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan situasi yang sedang terjadi dengan menaikan harga secara tidak wajar. Pasalnya, baik obat-obatan, oksigen medis dan juga refil tabung oksigen, saat ini benar- benar di butuhkan masyarakat.
“Meskipun permintaan gas oksigen saat ini belum menunjukkan peningkatanyang drastis, namun upaya antisipasi harus tetap di lakukan. Saya sudah menemukan di beberapa penjual sudah menyatakan oksigen kosong. Jadi, jangan sampai ada kelangkaan, baru bergerak,” ucap Siti Nafsiah kepada Kalteng Pos, Minggu (25/7).
Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah strategis, lanjutnya, bukan tidak mung- kin akan banyak masyarakat yang memborong obat-obatan ataupun tabung oksigen, seba-gai upaya antisipasi ataupun penyembuhan. Mengingat kasus orang terkonfirmasi Covid-19, beberapa pekan terakhir terus mengalami peningkatan.
“Pembelian langsung oleh masyarakat umum secara besar-besaran tentu akan ber- dampak pada pasokan untuk pihak rumah sakit. Para pengusaha bidang produksi dan distribusi tabung oksigen medis harus mendukung mobilisasi total untuk penyediaan oksigen medis ini,” terang Siti Nafsiah.
Selebihnya politikus perempuan Partai Golongan Karya (Golkar) Kalteng ini meminta kepada. Tim Satgas Covid-19 mengedukasi masyarakat agar tidak perlu panik dan membeli tabung gas sesuai kebutuhan.
Mendahulukan pasien Covid-19 yang memang sangat membutuhkan. “TNI/Polri juga perlu di libatkan untukmengawasi jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar. Dan menindak spekulan dengan menjual harga tabung maupun menetapkan harga pengisian oksigen jauhdi atas harga wajar.
Tidak sepatutnya mengeruk keuntungan di tengah penderitaan masyarakat,” tegas wakil rakyat asal dapil I Kalteng. Yang meliputi Kabupaten Gunung Mas, Katingan dan Kota Palangka Raya ini. (pra/ens)




