OPINI

Waspadalah, Tahu dan Tempe akan (Langka)?

Hal sama juga disampaikan produsen susu kedelai ”VRTobing”. Dikatakan sebelumnya, awal 2022 susu kedelai sudah terpukul dengan kenaikan gula dan  plastik, tapi diusahakan masih bertahan untuk menjual tetap seperti semula.

Namun ketika dihantam dengan kenaikan harga kedelai, pertahanan kembali ditanyakan, akankah bertahan pada harga sekarang ataukah dinaikkan, bagaimana tingkat penjualan kalau harga dinaikkan? Karena sebagai produsen susu kedelai ia juga menjual secara konsinyasi (jual titip) tentu menanggung biaya kerugian apabila ada barang kembali/tidak laku di toko/warung yang dititip jualkan. Padahal ia mempunyai lebih dari 100 outlet untuk tempat ia jual titip.

Kini makanan tradisional tahu tempe dan  yang menjadi ciri khas dari makanan Indonesia yang sebelumnya murah meriah dengan padat protein, kini harganya melambung. 

Ditakutkan makanan khas yang sudah yang muncul dari negara agraris dan terkenal hingga mancanegara ini secara pelan tapi pasti akan punah di negeri sendiri, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan bahan dasarnya yaitu KEDELAI.

Sekedar kilas balik, dulu ketika saya masih kecil tumbuh di pedesaan masih terbayang jelas bagaimana serunya makan kedelai rebus setiap musim panen. Sepanjang jalan pedesaan banyak orang menjemur kedelai. 

Tapi hal tersebut rasanya langka kita dapati di pedesaan sekalipun, tidak ada orang menjual kedelai rebus apalagi menjemur kedelai sepanjang jalan.

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co
Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button