Penyerangan Kompleks Masjid Al-Aqsa, Tiongkok Minta Palestina dan Israel Menahan Diri

KALTENG.CO -Tiongkok menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya ketegangan dan penyerangan terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Tiongkok mengakui kasus tersebut terbilang cukup rumit dan sensitif sehingga masing-masing harus menahan diri.
“Kami telah mengikuti dengan seksama dan prihatin terkait meningkatnya ketegangan antara Palestina dan Israel di Yerusalem,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin.
Dia mengatakan bahwa masalah status dan kepemilikan Yerusalem rumit dan sensitif dan berharap bahwa pihak-pihak terkait akan bertindak sesuai dengan resolusi PBB yang relevan. Ia berharap Israel dan Palestina menjaga dan menghormati status quo historis dari tempat-tempat suci di Yerusalem.
“Tetap tenang dan menahan diri, dan mencegah situasi memburuk atau bahkan lepas kendali,” kata Wang.
Ia mengingatkan masalah Palestina tidak boleh di pinggirkan. Bahwa masyarakat internasional, khususnya negara-negara besar, harus melihat secara langsung inti masalah Palestina dan atas dasar solusi dua negara, memfasilitasi dimulainya kembali pembicaraan damai antara Palestina dan Israel untuk mewujudkan koeksistensi damai.
“Tiongkok akan terus memainkan peran konstruktif dalam upaya ini,” tambahnya.
Menurut laporan, ratusan warga Palestina bentrok dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada 15 April. Menyebabkan sedikitnya 152 orang terluka. Puluhan pengunjuk rasa Palestina terluka dalam bentrokan dengan tentara Israel di beberapa kota dan desa Tepi Barat pada hari itu. Dari yang terluka. Lima di tembak dengan peluru tajam, empat dengan peluru karet, dan puluhan orang menderita karena menghirup gas air mata.(Di kutip dari JawaPos.com/tur)




