
KASONGAN, Kalteng.co – Selain mengganggu aktivitas warga. Bencana banjir di wilayah Kecamatan Katingan Hilir, Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, juga mengganggu berbagai pelayanan untuk masyarakat.
Diantaranya pelayanan kesehatan. Bahkan akibat bencana ini, pelayanan di RSUD Mas Amsyar Kasongan lumpuh total. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Katingan mengalihkannya ke Hotel Katingan, untuk sementara waktu.
Bupati Katingan Sakariyas mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang menimpa daerahnya. Dimana banjir ini tidak hanya mengganggu berbagai kegiatan warga, namun juga pelayanan terhadap masyarakat.
“Selama ini RSUD Mas Amsyar Kasongan tidak pernah kebanjiran. Baru kali ini. Kecuali di halamannya,” katanya kepada wartawan. Ketika meninjau banjir di RSUD Mas Amsyar Kasongan, Selasa (7/9/2021).
Banjir dengan ketinggian sampai lutut orang dewasa itu ujarnya, tentu sangat mengganggu pelayanan tim medis RSUD terhadap masyarakat Katingan. Untuk itu, langkah yang dilakukan pemerintah, memindah pelayanan ke tempat yang lebih aman.
“Untuk sementara di Hotel Katingan,” ujarnya.
Sedangkan dari hasil peninjauan di sejumlah tempat. Termasuk jalur trans Kalimantan, untuk akses Kasongan-Kereng Pangi, ditutup total.
“Airnya sangat tinggi. Kendaraan tidak akan bisa lewat, dan sangat beresiko sekali. Bahaya,” tegasnya.
Selanjutnya untuk membantu warga yang terdampak banjir, Pemerintah Kabupaten Katingan sejak awal sudah mendirikan Posko maupun dapur umum.
“Di Gedung Salawah, kita juga buka menjadi dapur umum. Untuk pelayanan dapur umum ini, langsung diantar oleh petugas kepada masing-masing warga atau pengungsi. Tidak lagi pengungsi, atau warga yang datang ke dapur umum. Karena kondisi memang tidak memungkinkan,” terangnya.
Bupati juga mengungkapkan, ada lima kecamatan yang sekarang menjadi fokus perhatian mereka. Seperti Kecamatan Pulau Malan, Tewang Sangalang Garing, Katingan Hilir, Tasik Payawan, dan Kamipang.
“Lima kecamatan ini kondisi airnya sangat tinggi,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, dia mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang terdampak banjir, untuk lebih hati-hati, dan waspada. Mengingat sudah ada dua kejadian, baik di Kecamatan Katingan Hilir, maupun Katingan Tengah. Ada warga yang meninggal dunia, akibat tersengat aliran listrik.
“Perhatikan seluruh kabel atau aliran listrik di rumah masing-masing,” tuturnya.
Sementara Direktur RSUD Mas Amsyar Kasongan dr Agnes Paulina mengungkapkan, ada sembilan pasien yang sekarang dirawat di rumah sakit. Semuanya langsung akan dievakuasi ke Hotel Katingan.
Dia juga menyampaikan, bahwa banjir masuk ke RSUD Mas Amsyar Kasongan sudah terjadi sejak Senin, 6 September 2021. Karena kondisi rumah sakit tergenang banjir, untuk sementara mereka tidak melayani pasien rujukan dari Puskesmas. Namun disarankan langsung ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.
“Terkait rujukan ini kami sudah berkoordinasi dengan BPJS,” jelasnya.
Sedangkan bagi warga yang ingin berobat ke RSUD Mas Amsyar Kasongan, untuk sementara dipersilahkan datang langsung ke Hotel Katingan.
“Jadi kita pelayanan di Hotel Katingan untuk sementara,” tandasnya.(eri).



