BeritaFAMILYKESEHATANMETROPOLIS

Bahaya! Racun Tak Hilang Meski Direbus: Segera Buang Susu S-26 Produksi Nestle Jika Punya Nomor Bets Ini!

KALTENG.CO-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi menginstruksikan penghentian distribusi produk susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 produksi Nestlé di Indonesia.

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya peringatan keamanan pangan global terkait potensi cemaran bakteri pada bahan baku produk tersebut.

https://kalteng.co

Sebagai bentuk tanggung jawab, PT Nestlé Indonesia juga telah melakukan penarikan produk secara sukarela (voluntary recall) dari pasaran di bawah pengawasan ketat BPOM.

Mengapa Produk Ini Ditarik?

Keputusan ini bermula dari notifikasi internasional yang diterima melalui European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN).

Peringatan tersebut menyoroti adanya dugaan potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu yang digunakan dalam proses produksi susu formula tersebut.

Detail Produk yang Terdampak

Penting bagi orang tua untuk mencatat bahwa tidak semua produk S-26 ditarik. Penarikan ini hanya berlaku spesifik untuk:

  • Nama Produk: S-26 Promil Gold pHPro 1 (Formula Bayi usia 0–6 bulan)
  • Nomor Izin Edar: ML 562209063696
  • Nomor Bets Khusus: 1. 51530017C2 2. 51540017A1

Catatan Penting: BPOM menegaskan bahwa produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets di luar daftar tersebut, serta produk Nestlé lainnya, aman untuk dikonsumsi.


Mengenal Toksin Cereulide dan Risikonya

Toksin cereulide dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Apa yang membuatnya berbahaya adalah sifatnya yang tahan panas (heat stable). Artinya, racun ini tidak akan hilang atau mati meskipun susu diseduh dengan air mendidih atau melalui proses pemasakan biasa.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Paparan toksin ini biasanya memberikan reaksi cepat pada tubuh bayi, umumnya dalam waktu 30 menit hingga 6 jam setelah dikonsumsi. Gejala yang muncul meliputi:

  • Muntah parah atau terus-menerus.
  • Diare.
  • Kelesuan atau lemas yang tidak biasa pada bayi.

Hingga saat ini, BPOM melaporkan bahwa belum ada laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia terkait konsumsi produk tersebut. Langkah penarikan ini murni merupakan tindakan preventif demi melindungi kesehatan bayi sebagai kelompok konsumen yang rentan.


Langkah BPOM dan Hasil Uji Laboratorium

Meskipun ada peringatan global, hasil pengujian sampel dari dua bets yang ditarik (51530017C2 dan 51540017A1) sebenarnya menunjukkan hasil yang cukup melegakan.

“Berdasarkan hasil pengujian, toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ <0,20 µg/kg),” ungkap pihak BPOM dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026).

Namun, penghentian impor dan distribusi tetap dilakukan sebagai bentuk prinsip kehati-hatian tingkat tinggi.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Jika Anda memiliki stok susu S-26 Promil Gold pHPro 1 di rumah, segera lakukan langkah berikut:

  1. Cek Nomor Bets: Lihat pada kemasan apakah sesuai dengan nomor 51530017C2 atau 51540017A1.
  2. Hentikan Penggunaan: Jika nomor bets cocok, segera hentikan pemberian susu kepada buah hati Anda.
  3. Hubungi Layanan Konsumen: Anda dapat menghubungi pusat bantuan Nestlé Indonesia untuk informasi lebih lanjut mengenai pengembalian produk.
  4. Konsultasi Dokter: Jika bayi Anda menunjukkan gejala muntah atau diare setelah mengonsumsi susu tersebut, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. (*/tur)

https://kalteng.co       https://kalteng.co       https://kalteng.co        

Related Articles

Back to top button