Laboratorium Lingkungan Dalam Pembangunan Berwawasan

PENGAMBILAN : Staf Dinas Lingkungan Hidup saat mengambil sampel kualitas air di Sungai Kahayan baru – baru ini.

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Berkembangnya masalah lingkungan seperti halnya pada Kota Palangka Raya, sering menjadi dilema yang tidak mudah untuk diatasi. Sementara, pembangunan harus tetap ditingkatkan guna mencapai masyarakat yang sejahtera.

Namun disisi lain, kegiatan pembangunan terkadang menimbulkan gangguan terhadap lingkungan hidup sumber daya alam (SDA) yang mana merupakan kekayaan serta modal dasar pembangunan Kota Palangka Raya yang sangat vital.

“Oleh karena itu, agar dapat difungsikan secara berkelanjutan, sumber daya tersebut harus dikelola dengan sebaik-baiknya,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Achmad Zaini kepada Kalteng Pos kemarin.

Sambungnya, misi pertama Wali Kota Palangka Raya yaitu Smart Environment (Lingkungan Cerdas) dimana menjadi panduan teknis Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya dalam merancang rencana strategis (Renstra) dan rencana kerja (Renja) guna mencapai lingkungan hidup yang baik.

Zaini menjelaskan, Laboratorium lingkungan adalah instrumen penting dalam pemantauan kualitas lingkungan, selain itu juga berfungsi sebagai salah satu langkah pencegahan terhadap kerusakan lingkungan yang kapanpun bisa terjadi.

Baca Juga:  Pemko Terima Kunjungan Deputi Kemenpan RB

“Keberadaan laboratorium lingkungan strategis ini,  bertujuan untuk mengetahui perubahan-perubahan dan dampak dari suatu aktivitas yang sedang terjadi terhadap lingkungan. Dimana data-data dari laboratorium lingkungan ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dan masyarakat dalam mengambil kebijakan,” harapnya.

Dengan adanya data dari laboratorium, maka dapat diketahui parameter apa saja yang telah mengalami perubahan.

Baca Juga:  Pembangunan Drainase di Bukit Keminting Mencapai Rp 21 M Lebih

Data tersebut ia katakan, nantinya dapat menjadi acuan bagi pihaknya dalam upaya pencegahan pencemaran. Apabila tren data tersebut memberi gambaran berpotensi kearah kerusakan atau pencemaran lingkungan.

“Kita bisa memprediksi secara ilmiah, bagian-bagian apa saja dari lingkungan yang telah mengalami gangguan dan mengupayakan pencegahan dan rehabilitasi lingkungan tersebut, ”ungkapnya.

Keberadaan laboratorium lingkungan DLH tambah Zaini, selain untuk kepentingan pemantauan dan pengawasan serta penilaian status lingkungan, selain itu bisa juga sebagai kajian AMDAL atau baku mutu lingkungan.
Dapat diarahkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pemakaian kekayaan daerah jasa laboratorium.

“Doakan saja laboratorium DLH dapat segera mendapatkan akreditasi,” pungkasnya. (ahm)