BeritaEKSEKUTIFPEMKO PALANGKA RAYA

Fairid Pastikan Tak Ada Pembatasan BBM di Palangka Raya, Akui Surat yang Beredar Kesalahan Internal

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, akhirnya buka suara terkait beredarnya surat pembatasan pembelian BBM yang diduga sebagai pemicu kegaduhan di tengah antrean panjang SPBU di Kota Cantik.

Fairid menegaskan, Pemerintah Kota Palangka Raya tidak pernah memberlakukan pembatasan pembelian BBM kepada masyarakat. Menurutnya, yang dilakukan saat ini justru penambahan pasokan BBM agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Tidak ada namanya pembatasan. Yang ada justru akan dilakukan penambahan stok pasokan BBM dan itu sudah dipastikan oleh pihak Pertamina,” kata Fairid saat melakukan Rapat koordinasi terkait permasalahan BBM, Jumat (8/5/2026) malam.

Ia mengakui munculnya surat pembatasan BBM yang sempat beredar luas di masyarakat merupakan kesalahan internal nonteknis. Bahkan pejabat terkait disebut telah menyampaikan permohonan maaf atas terbitnya surat tersebut.

“Kami meminta maaf karena ada kesalahan nonteknis internal. Pejabat yang bersangkutan juga sudah memohon maaf atas munculnya surat mengenai pembatasan pembelian BBM tersebut,” ujarnya.

Fairid mengatakan, sebagai kepala daerah dirinya turut bertanggung jawab atas kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat. Karena itu, ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Palangka Raya.

“Itu juga menjadi tanggung jawab saya sebagai pucuk pimpinan kepada masyarakat. Saya memohon maaf apabila ada kegaduhan atas kejadian tersebut. Surat itu memang sempat keluar dan beredar, tetapi itu kesalahan teknis sehingga saya pastikan tidak berlaku,” ungkapnya.

Menurut Fairid, persoalan internal terkait terbitnya surat tersebut nantinya akan diselesaikan melalui mekanisme pemeriksaan yang berlaku, termasuk kemungkinan ditangani oleh Inspektorat.

“Itu adalah kesalahan teknis internal. Biarkan nanti akan diselesaikan, bisa melalui inspektorat. Atas nama pribadi, sekali lagi saya mohon maaf dan saya tidak mencari kambing hitam atau apa pun,” paparnya.

Di tengah polemik antrean BBM yang masih terjadi di sejumlah SPBU, Fairid memastikan pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berupaya mencari solusi agar distribusi BBM kembali normal dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar.

“Kami akan mencarikan solusi agar masyarakat tidak sulit mendapatkan BBM,” tandasnya. (oiq)

Related Articles

Back to top button