Palangka Raya

PMI Minim Stok, Dewan Ajak Warga Donor Darah

PALANGKA RAYA, kalteng.co -Wakil Ketua II Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Shopie Ariany mengajak masyarakat untuk rutin melaksanakan donor darah. Hal tersebut dilakukan agar stok darah pada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota dapat tercukupi. Selain itu, orang yang memerlukan darah dapat terbantu.

“Setetes darah kita adalah kehidupan bagi yang lain. Dengan mendonor darah, tubuh kita akan sehat dan yang lain terbantu dalam hal kehidupan,” ujar Shopie saat dibincangi Kalteng Pos, Kamis (23/7).

Politisi perempuan asal Partai Perindo ini menyampaikan, adanya ketidaseimbangan antara pendonor dengan yang membutuhkan darah, meski PMI terus melakukan beberapa sosialisasi. Shopie dapat memahami hal ini dikarenakan oleh adanya pandemi virus corona. Kemudian berimbas pada stok darah.

Pasalnya, di tengah pandemic, kebutuhan darah tetap sangat diperlukan untuk berbagai macam jenis terapi diantaranya, pasien penyakit kanker , thalasemia, hingga penyakit tidak rutin seperti demam berdarah, kecelakaan hingga ibu-ibu melahirkan.

“Jadi kami harap masyarakat dapat berperan untuk membantu rekan-rekan maupun saudara yang membutuhkan darah. Tidak perlu khawatir apabila melaksanakan donor, masyarakat hanya perlu memperhatikan standar protokol kesehatan, karena PMI Kota saat ini  telah menerapkan protokol penanganan covid di PMI bagi yang akan melakukan Tranfusi darah,” ucap Shopie.

https://kalteng.co

Untuk saat ini PMI menerapkan prosedur rantai tertutup sambungnya. Jika golongan darah yang dibutuhkan masyarakat kehabisan stok, maka warga yang membutuhkan darah akan diminta untuk mencari orang yang bersedia melakukan transfusi darah. Pendonor ini nantinya sebagai pengganti dari kantong darah yang diambil dari PMI setempat.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

“Setelah selesai melaksanakan tranfusi, barulah petugas rumah sakit yang mengambil darah tersebut ke PMI, bukan orang yang membutuhkan. Pendonor hanya cukup datang ke PMI untuk melakukan tranfusi darah untuk mengganti agar tidak terjadi kekosongan,” tutup Shopie. (pra)

Related Articles

Back to top button