Palangka Raya

Tak Bisa Nafkahi Anak, Jadi Alasan Janda Akhiri Hidup

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Tak bisa nafkahi anak, jadi alasan Janda akhiri hidup. Korban semasa hidupnya sempat bercerita kepada tetangganya mengenai kesulitan dalan masalah perekonomian.

Informasi yang berhasil dihimpun Kalteng.co di lapangan, korban berinisial MI ini merupakan seorang janda dua anak. Yang mana anak laki-lakinya saat itu dirawat oleh mantan suaminya, sedang anak perempuan ikut tinggal bersama orang korban di Kabupaten Pulang Pisau.

Wanita berusia 30 tahun ini diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran merasa tak bisa menafkahi buah hatinya. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat bercerita kepada tetangga bahwa ia sedang depresi dalam masalah keuangan.

Salah satu tetangga korban, Winih (51) mengatakan, bahwa korban sebelumnya memang pernah bercerita tentang masalah ekonomi yang dialaminya. Dimana ia tidak bisa mengirimkan uang untuk anak dan ibunya.

“Korban ini sedang depresi dalam masalah keuangan karena tidak bisa mengirimkan uang untuk menafkahi keluarganya,” katanya saat dihubungi Kalteng.co melalui telepon seluler, Jumat (8/4/2022) siang.

Lanjutnya, bahkan sebelumnya korban pernah beberapa kali akan melakukan percobaan bunuh diri dengan cara ingin menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di jalan sekitar warung.

“Dulu sering dia itu mau coba bunuh diri dengan menabrakan diri ke mobil yang lewat. Korban ini juga terlilit utang dengan pihak koperasi terlilit utang dan sempat bilang ‘tidak ada gunanya saya hidup kalau tidak bisa menafkahi anak dan keluarga’,” urainya.

Dijelaskannya, korban ini juga sudah terkenal sering mengurung diri jika sedang ada masalah keuangan. Tidak hanya sekali ini saja mengucap untuk jangan diganggu dalam beberapa hari.

“Dia seperti itu untuk menghindar dari pihak koperasi yang ada untuk menagih utang karena tak mempunyai uang untuk membayar. Jadi masalahnya itu hanya karena keuangan, tidak ada yang lain,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa seorang wanita nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah warung yang terletak di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Pahandut menuju arah Kalampangan, Kamis (7/4/2022) malam. (oiq)

KADIN KALTENG
https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button