
Pemerintah Harus lebih Responsif Terhadap Setiap Perubahan
Kemudian, karena pasar tradisional dan sektor informal lain sudah boleh beroperasi normal, perlu di perhatikan beberapa hal. Tentu saja pasar dan tempat keramaian harus menjadi objek dari tes dan telusur yang lebih intens. Jika ada pedagang yang ketahuan positif, tentu konsep telusur masif terhadap pedagang dan konsumennya (yang tentu sudah pulang ke rumah) harus di lakukan secara terperinci.
”Teman-teman pekerja sektor informal perlu terus di informasikan, kalau ada gejala dan kecurigaan tertular, harus segera menghubungi petugas kesehatan untuk menjalani tes,” jelasnya.

Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan pemerintah untuk ekstrahati-hati terkait dengan perpanjangan PPKM level 4 sekaligus pelonggarannya untuk sektor usaha kecil. Sebab, dari hasil evaluasi yang di sampaikan pemerintah, terdapat sejumlah indikator penularan yang belum turun.
Puan menyatakan, pemerintah harus lebih responsif terhadap setiap perubahan kondisi penularan. ”Dalam strategi gas dan rem yang di pakai pemerintah, kalau PPKM level 4 di perlonggar, berarti pemerintah sudah kembali menginjak gas meski belum sepenuhnya melepas rem,” ujarnya.
63 Ribu Personel TNI Menjadi Tracer
Di Berbagai Wilayah
Dalam kondisi pelonggaran seperti ini, lanjut Puan, pemerintah harus lebih sigap mengambil tindakan jika tiba-tiba terjadi peningkatan laju penularan Covid-19.
Tindakan pemerintah dalam mengubah mode gas atau rem tidak boleh telat dan kalah cepat dengan fluktuasi penularan virus itu sendiri. Artinya, kalau sudah mulai ngegas, jangan sampai pemerintah lupa ngerem.
Pada bagian lain, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan, jajarannya siap all-out dalam proses tracing. Menurutnya, saat ini sudah ada 63 ribu personel TNI yang menjadi tracer di berbagai wilayah.
Mereka siap di gerakkan kapan saja. Selain itu, BNPB menambah kekuatan tracer dengan mengirim 7.000 orang untuk melaksanakan tracing kontak erat.
Di bantu tenaga dari Polri, Kemenkes, dan instansi lainnya, Hadi optimistis jangkauan tracing semakin luas. Apalagi, Kemenkes sudah memberikan pelatihan kepada para tracer tersebut untuk melakukan digital tracing. Dengan begitu, tracer bisa melaksanakan tracing kontak erat tanpa menemui masyarakat yang sudah berkontak dengan pasien Covid-19.(tur)



