Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kecamatan Arsel Terbakar

rumah terbakar
GERAK CEPAT: Anggota Damkar berusaha memadamkan api yang membakar satu rumah di Jalan Malidjo Madurejo, Selasa (28/9). /DAMKAR DAN SATPOL PP KOBAR

PANGKALAN BUN,kalteng.co– Diduga akibat korsleting listrik, satu rumah milik Sayah (40) nyaris ludes. Bangunan rumah yang terbuat dari kayu ini kondisinya rusak berat. Pasalnya sebagian bangunan mengalami kerusakan akibat jilatan si jago merah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Peristiwa ini terjadi di Jalan Malijo Gang Campursari, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arsel Kobar, Selasa (28/9) pukul 06.00 WIB.

Kapolres Kobar AKBP Devi Firmansyah melalui Kapolsek Arsel Susi membenarkan kejadian tersebut yang diduga akibat korsleting listrik di bagian atap rumahnya. Pada saat kejadian sang pemilik rumah pergi bekerja di salah satu warung makan. Selang beberapa jam salah satu tetangganya yang diketahui bernama Sudiarto yang saat itu sedang menjemur pakaian mendapati atap rumah korban sudah terlihat kepalanya asap besar.

Baca Juga:  Followers Medsos Banyak, Siap-siap Jadi Incaran Rumah Produksi

Tidak ingin kebakaran meluas, akhirnya berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Warga yang saat itu sedang mau memulai beraktifitas langsung berhamburan keluar rumah. Pemilik rumah sendiri setelah dikabari hanya bisa pasrah setelah rumahnya nyaris rata dengan tanah.

“Warga sendiri sempat menggunakan peralatan seadanya memadamkan api. Api sendiri berasal dari bangunan rumah di lantai dua,” katanya.
Polisi yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan membantu pemadaman serta meminta keterangan pemilik rumah.  Informasi yang diterima pada saat sang pemilik mengaku pada saat ditinggal tidak menyalakan kompor maupun menghidupkan obat nyamuk. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. Beberapa barang bukti dan keterangan warga masih dikumpulkan.

“Kerugian yang diakibatkan kejadian ini diperkirakan mencapai Rp15 juta. Kami masih lakukan pendalaman,”ucapnya.
Sementara itu, Kabid Damkar Dwi Agus Suhartono menceritakan baweha setelah mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Beruntung api dengan cepat berhasil dipadamkan dengan kondisi bagian atap mengalami kerusakan berat akibat api yang begitu besar.

Baca Juga:  Dua Atlet Dayung Putri Mura Terima Bonus dari Ketua Dewan

Tetapi karena lokasinya yang memang sulit dijangkau sempat menjadi kendala tersendiri. Hal ini dikarenakan akses untuk masuk menuju rumah tersebut kendaraan tidak mampu masuk. Karena gang rumah sangat sempit, proses pemadaman akhirnya dilakukan menggunakan selang sangat panjang. Api pun berhasil dipadamkan dan tidak menjalar ke bangunan rumah lainnya.
“Hanya beberapa jam kami berhasil memadamkan api,meskipun kondisinya sudah rusak berat,” pungkasnya.(son/uni)