DPMD Pulang Pisau Gandeng UPR Kaji Penguatan Ekonomi Desa Lewat BUMDes dan Kopdes

PULANG PISAU, Kalteng.co – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pulang Pisau bekerja sama dengan tim Universitas Palangka Raya (UPR) melakukan kajian terkait penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kajian ini diarahkan untuk membangun model pengelolaan ekonomi yang lebih efektif di tingkat desa.
Kepala DPMD Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan kajian tersebut berfokus pada pendampingan lembaga ekonomi desa di tujuh desa percontohan. Melalui pendampingan tersebut, desa didorong untuk memiliki pola tata kelola ekonomi yang lebih terarah.
“Hasil kajian bersama UPR ini nantinya dipublikasikan secara terbuka agar dapat diterapkan oleh desa-desa lain. Kami berharap tujuh desa percontohan ini mampu memberi inspirasi luas,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Ia menambahkan bahwa penguatan ekosistem ekonomi desa sangat bergantung pada sinergi antar-lembaga, termasuk BUMDes, Kopdes, dan pelaku UMKM lokal. Menurutnya, kolaborasi yang terbangun dengan baik dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Kajian ini memastikan setiap lembaga saling melengkapi. Dengan sinergi yang tepat, desa bisa lebih mandiri dan berdaya,” jelasnya.
Herman juga menjelaskan bahwa BUMDes memiliki peran strategis dalam menghasilkan pendapatan asli desa, sehingga ketergantungan desa pada dana transfer dapat berkurang. Ia menilai BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan memanfaatkan aset dan potensi yang dimiliki.
Terkait keberadaan Kopdes Merah Putih sebagai entitas baru, Herman menegaskan bahwa pembentukannya tidak bertujuan menggantikan atau melemahkan peran BUMDes. Sebaliknya, Kopdes diposisikan untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa.
“Kopdes diarahkan sebagai penghubung rantai pasok, sementara BUMDes tetap memegang peran utama dalam pengelolaan aset desa,” katanya.
Ia berharap kehadiran Kopdes dapat menjadi penggerak tambahan yang mendorong berkembangnya ekonomi masyarakat desa, sedangkan BUMDes tetap berperan sebagai pilar utama dalam penguatan potensi desa.
“Harapannya, manfaat dari keberadaan dua lembaga ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya. (oiq)
EDITOR: TOPAN




