POLITIKA

Jelang Pemilu 2024, Akademisi dan Rohaniawan Kalteng Ingatkan Masyarakat Jangan Terpancing Ujaran Kebencian

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Akademisi dan Rohaniawan Kalimantan Tengah (Kalteng), Ir. Timerasi Labat,M.Si.,M.Pd, mengingatkan masyarakat, agar tidak terpancing dengan ujaran kebencian serta terpancing pemberitaan yang tidak benar isi sumbernya (hoaks) menjelang Pemilu 2024.

Imbauan tersebut Labat sampaikan agar pelaksanaan pesta demokrasi nantinya dapat terlaksana dengan aman, lancar dan kondusif.

“Ingat, menjelang Pemilu 2024, masyarakat jangan sampai mudah terpancing dengan pemberitaan ataupun isu-isu yang tidak benar yang disebarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Karena, apabila terpancing, pesta demokrasi tidak akan berjalan aman, lancar dan kondusif,” ucap Labat, Jumat (22/09/2023).

Labat tidak ingin suasana politik mempengaruhi kerukunan di Provinsi Kalteng. Mantan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR) ini berharap, suasana aman dan damai yang telah terbina dengan baik dapat terus terjaga dan di pertahankan.

“Siapapun berhak menentukan pilihan, namun kondisi Kemanan, Ketertiban di Masyarakat (Kamtibmas) harus terus dijaga dan di pertahankan,” pesan Labat.

Tidak hanya itu, ayah satu orang anak ini juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan ‘Kampanye Hitam’ (Black Campaign) di berbagai media sosial. Pesan tersebut Labat sampaikan demi terjaganya kualitas pesta demokrasi serta terciptanya Pemilu yang sehat.

“Jadi, apabila mendapati informasi di media sosial, sharing dan cermati dulu. Setelahnya verifikasi dan validasi, kemudian bandingkan dengan informasi yang ada di media lainnya. Apakah informasi tersebut benar atau tidak. Dengan begitu akan diketahui informasi tersebut ke’validannya,” ujar Labat.

Untuk itu, Labat juga berpesan kepada media massa, sebagai pilar ke’empat demokrasi dalam mengawal keutuhan bangsa Indonesia di tahun-tahun politik jelang Pemilu 2024, dapat berperan serta mengedukasi masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berita-berita hoaks.

“Jadi, selain memberi informasi, mengedukasi, juga mengonfirmasi berita-berita yang tidak benar, terutama informasi yang disebarkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab di beragam media sosial,” tutup Labat. (pra)

Related Articles

Back to top button