Terhimpit Biaya Persalinan, Buruh Sawit Cetak Uang Palsu

Terhimpit Biaya
BARANG BUKTI: Kapolres Pulang Pisau AKBP Kurniawan Hartono (tengah) didampingi Kasatreskrim AKP Afif Hasan (kanan) dan Kasi Humas Iptu Daspin (kiri) saat konferensi pers, Kamis (21/10/2021). FOTO: HARTOYO/KALTENG POS

PULANG PISAU, Kalteng.co – Terhimpit biaya persalinan, buruh sawit cetak uang palsu. MSA tampak pasrah atas kasus hukum yang melilitnya. Pria 27 tahun asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah berurusan dengan hukum setelah tindakannya mencetak uang palsu terbongkar.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Kurniawan Hartono mengungkapkan, motif pelaku melakukan pelamsuan karena himpitan ekonomi. Terlebih istrinya tengah hamil delapan bulan dan gajinya sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit tidak mencukupi untuk biaya persalinan.

 “Tersangka mencetak uang palsu itu untuk persiapan biaya persalinan dan pulang kampung ke Jawa Tengah. Uang yang dicetak tersangka belum sempat diedarkan,” kata Kurniawan saat konferensi pers didampingi Kasat Reskrim AKP Afif Hasan dan Kasi Humas Iptu Daspin, Kamis (21/10/2021) siang.

Kurniawan mengatakan, tersangka melakukan pemalsuan uang di Barak Karyawan Abdeling 11 nomor 2 PT SCP 1, Desa Paduran Sebangau, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (14/10/2021)

Terbongkarnya pemalsuan itu berawal saat saksi Dedi yang merupakan komandan regu security dan rekannya Miftahul melakukan patroli di area perkebunan dan perumahan karyawan PT SCP 1.

Di tengah partoli tersebut, kedua saksi itu  menuju warung yang berada di barak karyawan Abdeling 11 Nomor 1. Namun saat itu warung tutup. Kemudian para saksi mengetuk barak nomor yang didiami MSA. Ketika MSA membuka pintu barak, saat itu saksi melihat di dalam barak terdapat laptop dan printer sedang beroperasi.