Bioskop di Kota Sampit Kembali Dibuka

NONTON BIOSKOP: Bupati Kotim H Halikinnor di dampingi Sekda Fajrurrahman dan sejumlah awak media, saat nonton di bioskop, Selasa (28/9/2021)./PROKOPIM
NONTON BIOSKOP: Bupati Kotim H Halikinnor di dampingi Sekda Fajrurrahman dan sejumlah awak media, saat nonton di bioskop, Selasa (28/9/2021)./PROKOPIM

SAMPIT,KALTENG.CO– Bioskop di Kota Sampit kembali dibuka setelah kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menurun, pembukaan tersebut ditandai dengan nonton bareng bersama Bupati Kotim H.Halikinnor bersama isteri, Sekertaris daerah Fajrurrahman dan sejumlah awak media, Selasa sore (28/9).
“Dengan dibukanya bioskop tersebut dapat memulihkan sektor hiburan di Kota Sampit, sehingga diharapkan perekonomian dapat kembali bangkit,” kata Halikin.


Dirinya juga menegaskan, operasional bioskop tersebut juga wajib menerapkan protokol kesehatan. Hal itu untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Seperti tempat duduk yang ada telah diberi batas satu kursi dengan ditandai silang menggunakan tali. Dengan begitu jumlah penonton pun hanya bisa 50 persen dari kapasitas biasanya.
“Selain itu para penonton juga diwajibkan pakai masker dan juga harus dilakukan pengecekan suhu sebelum masuk ke ruangan, hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, walaupun saat ini kasus Covid-19 sudah menurut tetapi kita tidak tahu akan penularannya,” ujar Halikin.

Baca Juga:  Tak Capai Target, Tunjangan ASN Dipotong


Menurutnya walaupun bioskop telah dibuka sejak 16 September 2021 lalu, tetapi jumlah penonton tidak sesuai yang diharapkan, karena syarat bagi warga yang hendak menikmati film di bioskop di Cinepolis Citimall Sampit harus memiliki keterangan telah divaksinasi hingga dosis kedua ini yang menjadi kendala pihak pengelola.


“Ketentuan telah divaksinasi hingga dosis kedua itu ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sehingga kami pemerintah daerah tidak dapat mengambil kebijakan terkait itu. Namun, ini membuat Pemerintah Kabupaten Kotim akan semakin gencar melakukan vaksinasi untuk dosis kedua,” ucap Halikin.


Ia juga berharap kedepan pemerintah pusat dapat mengubah kebijakan itu, sehubungan adanya tren penurunan kasus Covid-19. Itu agar masyarakat terutama karyawan kebun yang selama ini dinilai memiliki kontribusi cukup tinggi untuk perekonomian di daerah ini untuk dapat menikmati bioskop.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat mengevaluasi kembali ketentuan tersebut, agar perekonomian daerah kita apat berjalan dengan baik, sesuai dengan apa yang diharapkan,” tutupnya. (bah/ans).