Dermaga Pelangsian Mulai Dioperasionalkan
SAMPIT,kalteng.co – Dermaga Pelangsian yang terletak di pinggir Sungai Mentaya Desa Pelangsian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai dioperasionalkan oleh pemerintah daerah melalui intansi terkait.
Dermaga tersebut dibangun pada 2014 lalu, dengan dibiayai pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Dan Belanja Nagera (APBN). Pembangunan dermaga yang cukup representatif itu rampung di akhir 2015 lalu, tetapi dermaga itu belum juga difungsikan secara maksimal.
“Kita sudah mulai mengoprasikan dermaga Pelangsian, Mudah-mudahan dengan dioperasionalkan darmaga itu dapat memberikan peningkatan pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) yang banyak untuk daerah,” kata Bupati Kabupaten Kotim H Halikinnor, Jumat (17/9).
Menurutnya pemerintah daerah sudah mendirikan Unit Pelaksana Teknis Dermaga Pelangsian dengan menempatkan sejumlah pegawai yang bertugas di tempat itu, tetapi karena dermaga belum difungsikan optimal, akhirnya tidak banyak kegiatan yang dilakukan pegawai di kantor tersebut.
“Saya menilai dermaga pelangsian merupakan salah satu potensi yang potensial untuk dioptimalkan agar dapat menambah PAD, makanya sejak dilantik kemarin, saya gencar mengupayakan pemanfaatan Dermaga itu, dan saya dua kali menghadap ke Dirjen Hubla Kementerian Perhubungan, Alhamdulillah akhirnya kita dapat izin,” ujar Halikin.
Dirinya juga menerangkan optimalisasi Dermaga Pelangsian itu sejalan dengan upaya pemerintah daerah yang akan mewujudkan tol sungai, dan pemerintah daerah juga telah menandatangani perjanjian bersama dengan pihak ketiga untuk pengerukan alur baru di sungai mentaya sehingga nantinya alur tersebut bisa dilewati setiap jam, tidak menunggu air pasang.
“Dalam waktu dekat investor akan memulai studi kelayakan dan diharapkan segera disusul pengerukan alur sungai mentaya, dan kami berharap tahun ini dapat selesai, saya yakin dengan lancarnya lalu lintas kapal nanti akan berdampak positif secara luas, termasuk tumbuhnya aktivitas di Dermaga Pelangsian,” harap Halikin.
Ia juga mengatakan pemerintah Kabupaten Kotim akan terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pendapatan daerah di tengah lesunya perekonomian imbas pandemi Covid-19, karena saat ini PAD kita baru mencapai Rp 27 miliar dan sudah memasuki triwulan ketiga, maka dari itu kita harus bekerja keras semaksimal mungkin untuk mencapai target yang sudah ditetapkan.
“Kami akan terus berinovasi untuk meningkatkan PAD kita, akibat pandemi Covid-19 yang melanda Kabupaten Kotim sangat berdampak terhadap PAD, maka di tiga bulan terakhir ini akan memaksimalkan pendapatan agar target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” tutupnya. (bah/ans).




