4 Tipe Kepribadian MBTI yang Jago Jadi Penengah Konflik, Apakah Anda Salah Satunya?
KALTENG.CO-Konflik adalah bagian tak terhindarkan dari interaksi manusia. Baik di kantor, di rumah, atau di lingkungan sosial lainnya, perbedaan pendapat, kebutuhan, dan nilai sering kali memicu gesekan.
Di tengah situasi yang memanas, kehadiran seseorang yang mampu menengahi dan meredakan ketegangan sangatlah penting.
Menurut teori Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), ada beberapa tipe kepribadian yang secara alami cenderung lebih unggul dalam peran ini. MBTI, yang dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers dan Katharine Cook Briggs, mengelompokkan preferensi seseorang dalam empat skala:
- Extraversion (E) vs. Introversion (I): Dari mana Anda mendapatkan energi?
- Sensing (S) vs. Intuition (N): Bagaimana Anda mengumpulkan informasi?
- Thinking (T) vs. Feeling (F): Bagaimana Anda membuat keputusan?
- Judging (J) vs. Perceiving (P): Bagaimana Anda mengatur hidup Anda?
Kombinasi dari preferensi-preferensi ini membentuk 16 tipe kepribadian yang berbeda.
Siapa Sang Penengah Alami Menurut MBTI?
Secara umum, individu dengan preferensi Feeling (F) sering kali menjadi penengah yang efektif. Mereka membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai pribadi, harmoni, dan dampak keputusan terhadap orang lain. Empati adalah salah satu kekuatan utama mereka.
Berikut adalah beberapa tipe kepribadian yang sering dianggap sebagai penengah alami:
1. INFP (The Mediator)
INFP adalah perpaduan unik antara Introversion, Intuition, Feeling, dan Perceiving. Mereka dikenal sebagai “Sang Mediator” karena sifat-sifat inti mereka.
- Intuisi (N) membantu mereka memahami akar masalah yang tersembunyi, bukan hanya apa yang terlihat di permukaan.
- Feeling (F) mendorong mereka untuk berempati dengan semua pihak yang berkonflik, memahami perasaan dan sudut pandang masing-masing.
- Introversion (I) membuat mereka menjadi pendengar yang baik. Mereka tidak terburu-buru untuk berbicara, melainkan mendengarkan dengan saksama.
- Perceiving (P) membuat mereka fleksibel dan tidak menghakimi, memungkinkan mereka melihat berbagai kemungkinan solusi tanpa terlalu terikat pada satu ide.
Mereka berfokus pada menciptakan harmoni dan sering kali berhasil menemukan titik temu yang dapat diterima oleh semua pihak.
2. INFJ (The Advocate)
Sebagai salah satu tipe kepribadian paling langka, INFJ menggabungkan Introversion, Intuition, Feeling, dan Judging. Mereka adalah “Sang Advokat” yang sangat berdedikasi.
- Intuisi (N) dan Feeling (F) membuat mereka sangat memahami emosi dan motivasi orang lain, sering kali bahkan sebelum orang itu sendiri menyadarinya.
- Judging (J) memberi mereka dorongan untuk menyelesaikan masalah dan mencapai kesimpulan. Mereka tidak hanya ingin memahami, tetapi juga ingin bertindak untuk memperbaiki situasi.
Mereka memiliki visi yang kuat tentang bagaimana hal-hal seharusnya, dan mereka menggunakan wawasan ini untuk memandu pihak-pihak yang berkonflik menuju resolusi yang adil dan berjangka panjang.




