Pj Bupati Lamandau Canangkan Gerakan Menanam Sayuran

NANGA BULIK, Kalteng.co – Pj Bupati Lamandau, Said Salim, mendorong pemanfaatan lahan pekarangan warga untuk menanam sayur mayur. Hal tersebut di sampaikan Pj Bupati Lamandau, Said Salim, di sela-sela kegiatannya saat menggelar rapat koordinasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) belum lama tadi.
Dalam sambutannya, Pj Bupati, menyampaikan, bahwa kebijakan ini sejalan dengan instruksi Mendagri berdasarkan hasil rapat inflasi beberapa waktu lalu.
“Ada sembilan poin penting yang menjadi penekanan yang perlu di lakukan oleh TPID dalam mengendalikan inflasi di daerah, salah satunya adalah pencanangan gerakan menanam,” kata Pj Bupati Lamandau, Said Salim.
Pj Bupati menjelaskan, banyak manfaat yang di dapatkan masyarakat dari pelaksanaan gerakan menanam terlebih saat terjadi Inflasi di daerah seperti saat ini.
“Selain dapat membantu pemerintah dalam pengendalian inflasi, gerakan menanam juga sekaligus dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar dan nilai ekonomis bagi warga,” jelasnya.
Di tambahkannya, dalam penanganan inflasi secara khusus menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025M perlu di lakukan upaya konkret oleh TPID sebagaimana arahan dan penekanan dari Menteri Dalam Negeri, di antaranya.
“Melaksanakan Rapat Koordinasi pengendalian inflasi daerah, kemudian memastikan ketersediaan stok/pasokan secara rutin serta melakukan analisis prediksi kenaikan/penurunan harga bahan pangan pokok, dan merinci jenis komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga per hari dan mingguan,” imbuhnya.
Selain itu tim juga perlu menetapkan target penurunan harga komoditas yang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), mengalokasikan anggaran untuk mengendalikan inflasi dengan memanfaatkan belanja tidak terduga (BTT), mengantisipasi dampak bencana yang di sebabkan kondisi cuaca terhadap produksi pertanian di daerah, melaksanakan operasi pasar murah, berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan.
“Kemudian melakukan langkah yang lebih proaktif, konkrit dan cepat dalam pengendalian inflasi daerah, berbasis data dengan berkoordinasi dengan badan pusat statistik dan bank indonesia setempat serta memperhatikan hasil Indeks Perkembangan Harga (IPH) mingguan,” pungkasnya.(man)
EDITOR: TOPAN



