Tekuk Pulai Minim Listrik dan Akses Jalan

PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Kegiatan pawai adab yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menjadikan tempat menyalurkan aspirasi dan kreatifitas bagi para pesertanya. Walaupun mereka menghadirkan nasi adab tradisi yang setiap momen pawai selaku dihadirkan pada setiap tahunnya.
Tetapi juga tidak luput dengan beragam penampilan dan kreatifitas masing-masing peserta. Seperti yang terlihat dilakukan oleh masyarakat Desa Teluk Pulai Kecamatan Kotawaringin Lama. Mereka menampilkan spanduk besar dengan bertuliskan minimnya perhatian dan kebutuhkan akses jalan darat serta listrik disana.
Menurut Kepala Desa Herliyus Cristian mengatakan,bahwa apa yang ditampilkan ini bahwa pihaknya ingin berpartisipasi dan ikut memeriahkan pawai nasi adab. Selain itu juga menyampaikan aspirasi dengan membawa spanduk meminta penerangan listrik dan akses jalan darat.
Dalam aspirasi tersebut tertulis “77 tahun Indonesia Merdeka, 63 tahun Kobar Jaya dan berkarya, tapi kami masyarakat desa teluk pulai, belum merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya.
Teluk pulai masih gelap gulita karena masih belum ada listrik PLN, badai laut masih menjadi tantangan kami, karena belum ada akses darat. Sesungguhnya kami bagian dari Kecamatan Kumai, Kami bagian dari Kobar dan bagian dari NKRI,”.
“Ini sebagai bentuk aspirasi serta keluh kesah warga yang selama ini belum mendapatkan perhatian. Walaupun akses jalan yang diminta warga saat ini sudah dirintis sekaligus sebagai jalur PLN nantinya. Lebih kurang akses darat yang di rintis itu sekitar 14 Kilometer,” katanya.
Ia menambahkan, bahwa jalan itu sudah dirintis, melalui Padang sembilan. Sehingga tinggal pemerintah bagaimana memfasilitasi dan mendorong percepatan terealiasinya akses yang didambakan tersebut.
Nantinya apabila dilakukan pembangunan infrastruktur akses darat masyarakat Desa teluk pulai dapat berkembang dengan pesat.
Mengingat aktifitas ekonomi juga diyakini akan semakin meningkat. Dengan begitu Desa Teluk Pulai tidak lagi ketinggalan dengan desa-desa lainnya di Kobar.
“Kami berharap apa yang menjadi aspirasi ini dapat diperhatikan dan supaya bisa dilakukan tindakan dan langkah cepat. Karena warga sudah sangat mendambakan akses jalan darat serta listrik,” ungkapnya.(son).




