BeritaNASIONAL

Jadwal Pencairan Bansos PKH Tahap 1 Tahun 2026: Cair Lewat Himbara, BSI, dan PT Pos

KALTENG.CO-Kabar gembira bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh tanah air. Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako mulai cair secara bertahap tepat saat memasuki bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M.

Langkah percepatan ini diambil agar masyarakat, khususnya umat Muslim, dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan kebutuhan pokok keluarga tetap tercukupi di tengah fluktuasi harga pangan menjelang lebaran.

Realisasi Anggaran Capai 85 Persen, Dana Rp15 Triliun Mengalir

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi bahwa penyaluran bansos untuk triwulan pertama tahun 2026 telah menunjukkan progres yang sangat positif. Hingga saat ini, realisasi penyaluran sudah menembus angka di atas 85 persen.

Secara akumulatif, total dana bansos yang telah digelontorkan pemerintah mencapai lebih dari Rp15 triliun. Anggaran jumbo ini dialokasikan untuk menjangkau keluarga prasejahtera hingga ke pelosok negeri melalui jaringan Bank Himbara dan BSI.

“Penyaluran PKH untuk triwulan pertama (Januari, Februari, Maret) sudah menjangkau 8.940.958 KPM dengan nilai lebih dari Rp6 triliun atau 89,4 persen. Sementara untuk Sembako, sudah tersalurkan kepada 15 juta lebih KPM dengan nominal Rp9 triliun lebih atau 86,9 persen,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Tahun ini, pemerintah mematok target ambisius yakni 10 juta KPM untuk penerima PKH dan 18,25 juta KPM untuk bantuan Sembako.

Update Penerima Baru: Proses Burekol Sedang Dipercepat

Bagi masyarakat yang masuk dalam daftar penerima baru berdasarkan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Kemensos mengimbau untuk sedikit bersabar. Saat ini, terdapat sekitar 3 juta penerima (gabungan PKH dan Sembako) yang masih dalam tahap administrasi.

Pemerintah tengah melakukan proses pembukaan rekening kolektif (Burekol), distribusi kartu KKS, hingga persiapan penyaluran melalui PT Pos Indonesia bagi wilayah yang sulit dijangkau perbankan.

“Setiap triwulan ada penerima manfaat baru hasil pemutakhiran DTSEN. Sebagian besar belum memiliki rekening, sehingga perlu waktu 1 hingga 2 bulan untuk proses Burekol tersebut,” jelas Mensos.

Perhatian Khusus Wilayah Pascabencana: Aceh hingga Sumbar

Kementerian Sosial juga memberikan atensi ekstra bagi wilayah yang baru saja terdampak bencana alam, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

  • Penyaluran Reguler: Dana sebesar Rp1,8 triliun telah disalurkan kepada 1,7 juta KPM di wilayah terdampak.

  • Bansos Adaptif: Menyiapkan anggaran lebih dari Rp2 triliun yang mencakup logistik dan santunan.

  • Santunan Kematian: Sebesar Rp15 juta per jiwa bagi ahli waris korban bencana.

  • Bantuan Isi Hunian: Senilai Rp3 juta per keluarga untuk membantu memulihkan kehidupan pascabencana.

Gus Ipul meyakinkan bahwa seluruh bantuan tersebut ditargetkan tuntas tersalurkan pada akhir Februari ini. “Intinya, dari Rp2 triliun lebih untuk bantuan adaptif, sudah ada Rp600 miliar yang siap di rekening dan tinggal salur. Sisanya kami sedang ajukan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT),” pungkasnya. (*/tur)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button