Joni Harta: Kapal Wisata Susur Sungai Bisa Jadi Contoh Wisata Berbasis Konservasi

PALANGKA RAYA, Kalteng.co — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta, SE., S.Hut., MM., menghadiri langsung peluncuran empat unit Kapal Wisata Susur Sungai Isen Mulang yang digelar di Dermaga Flamboyan, Kamis sore (22/5/2025).
Peluncuran yang dilakukan oleh Gubernur Kalteng tersebut merupakan langkah nyata dalam mengembangkan sektor ekowisata yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan.
Dalam keterangannya, Joni Harta menyampaikan, inisiatif menghadirkan kapal wisata di Sungai Kahayan merupakan momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ekosistem sungai yang menjadi pusat kehidupan dan aktivitas masyarakat Kalteng.
“Peluncuran kapal ini harus lebih dari sekadar program pariwisata. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa sektor wisata bisa dikelola tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Sungai Kahayan adalah sumber daya alam yang vital dan memiliki nilai ekologis yang tinggi. Maka pengelolaannya harus berbasis prinsip konservasi,” tegasnya.
Joni menekankan, bahwa Sungai Kahayan bukan hanya jalur transportasi dan potensi wisata, tetapi juga habitat penting bagi berbagai spesies air tawar dan penopang sistem kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Oleh karena itu, kehadiran kapal wisata perlu dibarengi dengan komitmen pengelolaan yang memperhatikan daya dukung lingkungan.
Sebagai bentuk dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup, pihaknya akan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan bahwa operasional kapal wisata tidak berdampak negatif terhadap ekosistem perairan.
Termasuk di antaranya adalah pemantauan kualitas air sungai secara berkala, pengaturan sistem pengelolaan limbah kapal, serta pengawasan terhadap aktivitas wisata agar tidak menimbulkan polusi atau kerusakan lingkungan.
“Kami juga mendorong agar ada edukasi lingkungan di setiap paket wisata susur sungai. Ini penting agar masyarakat, terutama generasi muda, memahami bahwa sungai bukan tempat sampah, melainkan ruang hidup yang harus dijaga dan diwariskan kepada anak cucu kita dalam kondisi bersih dan lestari,” ujarnya lagi.
Joni Harta mengajak semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat untuk bersama-sama membangun model pengelolaan wisata sungai yang berkelanjutan. Ia berharap kapal Isen Mulang bisa menjadi ikon wisata baru Kalimantan Tengah yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menjadi contoh praktik baik dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. (pra)
EDITOR : TOPAN



