BeritaEkonomi BisnisKAWAT DUNIAUtama

Perang Dagang Trump Picu Kekhawatiran Ekonomi Global, Bitcoin Diprediksi Jadi Pemenang!

KALTENG.CO-Kebijakan tarif impor yang kembali digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuai kekhawatiran mendalam di kancah ekonomi global. Banyak pihak menilai kebijakan proteksionis ini berpotensi memicu gejolak ekonomi dan bahkan menjadi katalis perubahan besar dalam tatanan moneter dunia.

Namun, di tengah ketidakpastian dan potensi kekacauan tersebut, seorang analis dari perusahaan investasi kripto Bitwise, Jeff Park, justru melihat peluang emas bagi Bitcoin untuk bersinar sebagai aset penyimpan nilai yang aman.

Mengutip laporan dari Cointelegraph pada Sabtu (5/4/2025), Jeff Park memprediksi bahwa perang dagang yang diinisiasi oleh Trump akan memaksa berbagai negara untuk mengadopsi kebijakan fiskal dan moneter yang cenderung inflasioner.

Dalam perspektif jangka panjang, langkah ini berpotensi melemahkan nilai mata uang fiat (mata uang konvensional) di banyak negara. Akibatnya, para investor global akan semakin gencar mencari alternatif aset yang dianggap lebih stabil dan mampu melindungi nilai kekayaan mereka—dan Bitcoin muncul sebagai kandidat utama.

“Permintaan terhadap Bitcoin sebagai pelindung nilai dari inflasi akan mendorong harganya naik signifikan dalam jangka panjang,” tegas Park.

Dalam unggahan di platform X pada 2 Februari lalu, ia juga menekankan bahwa beban dari tarif perdagangan akan dirasakan bersama oleh negara-negara yang terlibat, namun negara-negara mitra dagang Amerika diperkirakan akan menerima dampak yang lebih besar karena potensi pelemahan pertumbuhan ekonomi mereka.

Ekonom Ternama Ray Dalio Sebut Tarif Trump Bersifat Stagflasi

Pandangan senada juga diungkapkan oleh ekonom sekaligus manajer hedge fund terkemuka, Ray Dalio. Ia menilai bahwa kebijakan tarif impor yang diterapkan Trump bersifat stagflasi—sebuah kondisi ekonomi yang ditandai dengan inflasi yang tinggi namun pertumbuhan ekonomi yang melambat.

“Tarif bersifat deflasi bagi negara yang dikenai, dan inflasi bagi negara pengimpor,” jelas Dalio pada Rabu (2/4/2025).

Dalio melanjutkan bahwa kondisi stagflasi ini berpotensi memperburuk ketidakseimbangan neraca perdagangan dan meningkatkan utang global, yang pada akhirnya dapat mengguncang stabilitas sistem moneter internasional secara keseluruhan.

Ia menyimpulkan dengan nada pesimis, “Jika perang dagang benar-benar terjadi secara besar-besaran, dampaknya akan sangat buruk bagi seluruh dunia.”

Analis Prediksi Potensi Resesi di AS Akibat Kebijakan Proteksionis

Sementara itu, Nic Puckrin, seorang analis dari platform edukasi kripto Coin Bureau, bahkan memprediksi adanya kemungkinan resesi di Amerika Serikat mencapai 40 persen pada tahun 2025.

Prediksi suram ini didasarkan pada ketidakpastian ekonomi makro yang signifikan akibat kebijakan proteksionis yang diterapkan oleh pemerintahan Trump.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button