TNI

Hari Juang TNI AD ke-77, Dandim: Nafas dan Ruhnya TNI AD Adalah Pengabdian Pada Rakyat

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Ke-77, Dandim 1016 Palangka Raya/Plk, Kolonel Inf Frans Kishin Panjaitan, S.A.P., M.P.M., M.Han mengikuti upacara di lapangan Makorem 102 Panju Panjung/Pjg Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Kamis (15/12/2022).

Upacara dalam memperingati Hari Juang Kartika TNI AD ke 77 Tahun 2022, yang di pimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 102/Pjg Brigjen TNI Yudianto Putrajaya, S.E., M.M tersebut mengangkat tema ‘TNI Angkatan Darat di Hati Rakyat’.

Bertugas sebagai Irup, Danrem berkesempatan membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurrahman, bahwa di hari jadi TNI-AD, di mana para pendahulu  telah menorehkan catatan yang sangat penting dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia yaitu peristiwa yang dikenal sebagai Palagan Ambarawa.

“TNI AD memiliki hubungan biologis dengan Rakyat Indonesia, karena dilahirkan dari Rakyat sehingga senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan Rakyat yang sesuai dengan temanya yaitu ‘TNI Angkatan Darat di Hati Rakyat’.

Sementara, Dandim 1016 Palangka Raya Kolonel Inf Frans Kishin Panjaitan, S.A.P., M.P.M., M.Han dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa Hari Juang TNI AD yang di peringati terkait erat dengan salah satu peristiwa bersejarah tentang kebersamaan nyata TNI AD dengan rakyat.

Pada tanggal 15 Desember 1945, di kota Ambarawa, Jawa Tengah, para pejuang pendahulu TNI AD bahu membahu bersama rakyat mempertahankan setiap jengkal tanah dari ancaman musuh yang ingin menjajah kembali bumi pertiwi.

Hal ini tentunya seirama dengan Tema yang diangkat, yakni ‘TNI Angkatan Darat Di Hati Rakyat’. Dimana jargon ini merepresentasikan visi dan komitmen TNI AD untuk senantiasa manunggal dengan rakyat serta menempatkan kepentingan rakyat dan NKRI sebagai prioritas tertinggi dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian.

“Tema ini juga menjadi pengingat bahwa Ibu kandung Prajurit TNI AD adalah rakyat, sedangkan nafas dan ruhnya adalah pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara. Dengan demikian, TNI AD tidak boleh melupakan rakyat, dan sebaliknya TNI AD harus selalu di Hati rakyat. TNI AD juga tidak boleh berjarak dengan rakyat serta harus selalu bersama – sama rakyat. Pasalnya, hanya dengan bersama – sama rakyatlah TNI AD akan kuat dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara”, papar Dandim. (pra)

Related Articles

Back to top button