Utama

1.203 Desa/Kelurahan Zona Hijau

PALANGKA RAYA-Hampir 10 bulan pandemi Covid-19 melanda Kalimantan Tengah, virusnya menyebar di seluruh wilayah yang memiliki 14 kabupaten/kota. Total hingga kemarin (27/12) pukul 15.00 WIB sudah ada 9.445 warga tertular virus mematikan ini dan 256 orang di antaranya meninggal dunia. Meski sebaran virusnya merata di seluruh daerah, ternyata sebagian besar wilayah khususnya untuk desa maupun kelurahan masih bebas corona alias berstatus zona hijau. 

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Kalteng Darliansjah dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng beberapa waktu lalu menunjukan, dari 1.574 desa/kelurahan se-Kalteng, hanya 371 desa yang terdampak Covid-19, jika dipresentasekan hanya 23,57 % daerah saja yang berstatus zona merah. Sedangkan 1.203 desa/kelurahan atau 76,43 % daerah masih bebas Covid-19 alias zona hijau (selengkapnya baca di tabel Infografis).

“Dan kalau melihat dari data kecamatan tidak semua desa/kelurahan juga terdampak. Secara persentase, total desa/kelurahan yang terdampak di Kalteng berada di angka 23,57 persen, ” terang Darliansjah.

Darliansjah menyebutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng sudah menetapkan status tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 secara umum sejak 20 Maret 2020 lalu.

“Penetapan status tanggap darurat menjadi payung hukum penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemprov Kalteng pemda kabupaten/kota bersama instansi terkait,” katanya.  

Pemprov Kalteng, lanjut dia, membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 yang kemudian diubah menjadi satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Namun, pihaknya mendorong agar pembentukan satgas ini dapat dilakukan hingga tingkat kecamatan, kelurahan, desa RT/RW.

“Pemprov Kalteng dan pemda kabupaten/kota telah melakukan recofusing anggaran dalam rangka penanganan Covid-19,” tegasnya.

Dalam penanganan Covid-19 se-Kalteng, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul menyebutkan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di antaranya 389 dokter spesialis, 17 dokter sub spesialistik, 306 dokter umum, 43 dokter gigi, 2.586 perawat dan 3.344 tenaga kesehatan (nakes) lainnya.

“Sampai saat ini laboratorium yang memiliki alat PCR pemeriksaan specimen ada di Kota Palangka Raya yakni RS Kota Palangka Raya, RS Doris Sylvanus dan Laboratorium Prodia, selanjutnya ada dRS Pangkalan Bun dan RS Sampit,” ucapnya.

Pihaknya menyebutkan, berdasarkan data hingga 21 Desember 2020 lalu sudah sebanyak 32 ribu lebih orang dilakukan pemeriksaan PCR dan 77 ribu lebih specimen orang yang diperiksa. “Dengan demikian, target WHO yakni pemreiksaan PCR 1.000 per satu juta jiwa per migngu sudah bisa dilampaui di Kalteng ini,” pungkasnya. (abw/ala)

Related Articles

Back to top button