Pernikahan Dini Banyak di Pedesaan

SAMPIT-Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi meminta seluruh instansi terkait dan juga lembaga lainnya supaya bisa menggiatkan sosialisasi agar mengurangi tingginya angka pernikahan dini di daerah itu.
Angka itu di Kabupaten Kotawaringin Timur tertinggi kedua di Indonesia. Itu menjadi perhatian khusus semua pihak, tegas Supian Hadi, belum lama ini.
Dikatakan Supian, berdasarkan data, kebanyakan pernikahan dini terjadi di wilayah pedalaman (desa red) Kotim, sedangkan di perkotaan sangat jarang.
Menurutnya, tingginya angka pernikahan dini karena kurangnya ketegasan orangtua terhadap anak.Ini harus menjadi perhatian serius para orang tua. Tingginya angka pernikahan dini bisa membuat angka perceraian juga cukup tinggi, ujar bupati.Supian Hadi mengaku, banyak alasan warga untuk menikah secara dini.
Seperti beralasan ke Kantor Urusan Agama (KUA) karena hamil duluan, padahal sudah nikah secara agama. Itu jadi alasan mereka agar bisa nikah secara negara.Supian Hadi menekankan, perkawinan pada anak usia dini tidak boleh terjadi. Karena, akan menimbulkan banyak dampak buruk dan membahayakan, baik secara pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun berbagai tindak kekerasan dalam rumah tangga disebabkan kurangnya pengetahuan dalam membina rumah tangga. “Anak-anak harus disibukkan dengan berbagai kegiatan positif. Dengan kegiatan tersebut dapat menjauhkan mereka dari pergaulan bebas yang menggiring mereka pada pernikahan dini,” pungkasnya. (sli/ala)



