AKHIR PEKANBeritaHOBIPalangka Raya

Muhammad Sani dan Alya, Pasutri yang Memelihara Ball Python

Di awal pernikahannya, istrinya ogah suaminya memelihara reptil lagi. Tapi, hatinya akhirnya luluh. Saking luluhnya, istrinya sudah mulai terbiasa dan suka dengan keberadaan reptil di rumahnya.

PALANGKA RAYA-kalteng.co, Ular bercorak cerah itu dipegang penuh gemas. Dielus-elus tubuh ular yang gendut itu penuh perhatian. Tak ada rasa takut atau jijik. Dibiarkan tubuh ular itu melingkari tangan kirinya. Membuat geli yang melihatnya.
Pasangan suami istri (pasutri) Muhammad Sani dan Alya sudah hampir dua tahun memelihara ball python atau python bola. Ada tiga ekor yang memiliki corak warna berbeda-beda. Semua warna begitu enak dipandang. Semuanya berkelamin betina. Ular ini dikenal dalam kisah Ratu Cleopatra, Mesir yang diduga mengenakannya di sekitar pergelangan tangannya.
Sani, sapaan akrab Muhammad Sani memastikan ball python ini tidak berbahaya. Ball python gemar menggulung tubuh hingga membentuk bola dengan posisi kepala di tengah. Posisi demikian, cara dia mempertahankan diri.


Ular yang habitat aslinya dari benua Afrika ini sifatnya lebih pendiam. Tidak agresif atau menyerang. Berat badannya pun maksimal hanya 3 kilogram. Ukuran panjang maksimal antara 130cm -180cm. Hanya memiliki gigi taring aglypha (bukan gigi yang bisa menyuntikkan racun). Jadi, dipastikan bukan ular yang berbisa. Apakah aman jika dijangkau anak-anak? Sangat aman. Belum ada kasus ball python menyerang manusia. Kalaupun digigit, tidak lebih sakit dari gigitan kucing.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button