Program 100 Hari Kerja, Halikinnor-Irawati Fokus Perbaiki Jalan Dalam Kota dan Antardesa

SAMPIT, kalteng.co-35 tahun silam atau tepatnya tahun 1986, Halikinnor mengawali karier di birokrat sebagai staf di Kantor Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Saat itu Halikinnor masih berusia 24 tahun. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras, ulet, dan tekun dalam menyelesaikan tugas di lingkup pemerintahan. Alhasil, kariernya secara perlahan terus menanjak hingga menempati posisi puncak untuk jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim. Kini, pria berusia 57 tahun itu mengawali tugas barunya sebagai orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung. Ia bersama Hj Irawati telah dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Kotim periode 2021-2024.
Halikinnor dan Irawati melaksanakan pengambilan sumpah jabatan dan dilantik langsung oleh Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Jumat (26/2). Pelantikan tersebut digelar di ruang rapat paripurna DPRD Kotim dan dilakukan secara virtual. Pengamanan dalam pelantikan itu dilakukan secara ketat, serta menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Turut hadir mantan bupati dan wakil bupati Kotim dua periode H Supian Hadi dan HM Taufiq Mukri, Kapolres Kotim AKBP Abdoel Haris Jakin, Dandim 1015 Sampit Letkol CZI Akhmad Safari, Ketua DPRD Kotim Dra Rinie, Wakil Ketua DPRD Kotim H Rudianur, komisioner dari KPU, Bawaslu, Asisten Setda Kotim, dan perwakilan dari SOPD, serta perwakilan keluarga bupati dan wakil bupati.
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyampaikan sejumlah pesan penting saat melantik Halikinnor dan Irawati sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kotim. Gubernur mengharapakan visi, misi, dan program kerja pembangunan dapat sejalan dengan program pemerintah provinsi dan pusat.
“Saya berharap visi dan misi pasangan bupati dan wakil bupati yang baru dilantik ini dapat sejalan dengan program pembangunan pemerintah provinsi dan pusat, bupati dan wakil bupati harus bekerja keras dan lebih banyak ke turun ke lapangan untuk melihat infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian,” ucap Sugianto.
Dia mengatakan, penanganan pandemi Covid-19 yang terjadi hampir satu tahun harus tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Tidak boleh jenuh atau lelah mengatasi penularan virus mematikan itu.
Penanganan tidak hanya dalam hal upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, tetapi juga mengatasi dampak yang ditimbulkan seperti dampak di bidang ekonomi.
Apalagi, lanjut Sugianto, tahun ini dilakukan kembali refocusing anggaran sebesar 8 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU). Karena itu, perlu kecermatan dalam pengelolaan keuangan.
“Apa yang menjadi kekurangan selama ini harus bisa diperbaiki dan yang sudah bagus ditingkatkan, jangan lengah dan jangan teledor, penyebaran Covid-19 harus dikendalikan supaya perekonomian bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Sugianto juga mengingatkan pentingnya penanganan stunting. Harus menjadi prioritas, karena berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia generasi penerus, yang berarti juga akan berpengaruh terhadap masa depan daerah. Program dan anggaran harus direncanakan dengan baik.
“Saya harap bupati dan wakil bupati yang baru dilantik dapat berkoordinasi dengan bupati dan wakil bupati terdahulu yaitu Pak Supian Hadi dan Pak Taufiq Mukri. Program-program yang baik di era sebelumnya, harus dilanjutkan. tetapi kalau ada kekurangan, maka tentu harus diperbaiki oleh pemerintahan yang baru,” tutupnya.
Dengan adanya pelantikan itu, Halikinnor dan Irawati resmi menjabat Bupati dan Wakil Bupati Kotim. Tidak berbicara panjang, usai dilantik gubernur, mantan Sekda Kotim tersebut langsung mengambil langkah untuk menuntaskan program 100 hari kerja.
“100 hari kerja saya canangkan untuk perbaikan kerusakan jalan di dalam perkotaan dan perbaikan jalan antardesa yang selama ini sudah dijalankan oleh pemerintahan terdahulu, agar tidak ada lagi desa yang terisolasi,” ungkap Halikinnor.
Ia mengatakan, untuk menuntaskan program 100 hari kerja, ia akan konsolidasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Kotim, serta menindaklanjuti program pembangunan bupati sebelumnya yang telah membangun kerja sama dengan perusahaan untuk membangun jalan baru di Km 17, Jalan Jenderal Sudirman.
“Saya akan segera melakukan MoU dengan pihak perusahaan, kemarin sudah dirintis oleh pemerintah terdahulu, yaitu untuk membuat jalan dari Km 17 hingga Pelabuhan Bagendang, sehingga angkutan CPO atau kelapa sawit tidak melewati jalan kota lagi,” tegasnya.
Halikinnor mengakui, saat ini banyak jalan yang kondisinya rusak parah, seperti jalan lingkar selatan. Hal itu akan dikoordinasikan secepatnya dengan pihak provinsi karena termasuk jalan provinsi.
Selain itu, Halikinnor juga akan memproritaskan program stunting, pencegah penyebaran virus Covid-19, dan karhutla untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Kotim. Ia juga berencana menyusun kembali program-program lainnya yang juga menjadi prioritas.
Salah satunya persoalan kemunculan buaya yang meresahkan warga Kotim. Hal itu dipandang serius oleh Halikinoor dan Irawati sehingga masuk dalam program prioritas pasangan HARATI. Ia berencana mengundang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mencari solusi atas masalah ini.
“Saya berencana akan menjadikan Pulau Lepeh sebagai objek wisata yang bisa menarik wisatawan, kalau memungkinkan dan dirasa aman, kami mewacanakan membiasakan memberi makan buaya di Pulau Lepeh, sehingga buaya tidak lagi memangsa karena habitatnya terganggu, itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” sebutnya.
Halikin juga meminta kerja sama semua pihak dalam proses pembangunan di Bumi Hambaring Hurung agar lebih baik dan lebih maju lagi ke depannya. Ia dan wakilnya menargetkan Kotim menjadi pintu gerbang ekonomi dan menjadi barometer di Kalteng.
Sementara itu, mantan Bupati Kotim Supian Hadi berharap, kepimimpinan bupati yang baru dilantik ini dapat melanjutkan program yang telah dirintisnya. Antara lain, meningkatkan infrastruktur beberapa ruas jalan penghubung antardesa.
“Saya mengharapkan agar bupati yang baru dilantik dapat segera menjalankan program 100 hari sebagaimana yang di telah disampaikan, serta menjalankan visi misi dengan baik, sehingga membawa Kabupaten Kotim ini lebih maju dari sebelumnya,” ucap Supian Hadi. (sli/ce/ala)



