BeritaUtama

Kisah Risa, Pasien Gagal Ginjal yang Kembali Bugar dengan Terapi

Hidup Risa sempat sangat terpuruk. Pada usia 25 tahun, dia divonis gagal ginjal stadium akhir. Beruntung Risa mendapat terapi tepat. Bukan cuci darah, bukan pula transplantasi ginjal yang mahal.

NOFIYATUL CHALIMAH, Samarinda

KAMIS, 25 Agustus 2019, beberapa hari setelah ulang tahunnya, Risa merasa badannya tidak fit. Dia mengira, sakit magnya kumat. Tetapi, dia begitu lemah. Dia hanya meringkuk menahan sakit di tempat tidurnya. Mukanya pucat, badan panas dingin.

Risa pun dibawa suaminya ke klinik kesehatan. Petugas kesehatan juga mengira bahwa dia kena mag. Obat-obatan untuk mengatasi mag dibawa pulang dan dikonsumsi, tetapi dia tetap sakit.

Besoknya, dia tetap kembali ke klinik. Risa pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah AM Parikesit, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Di rumah sakit, Risa kaget karena dia disebut harus menerima transfusi darah empat kantong.

“Saya kaget. Akhirnya saya memilih pulang dan coba di rumah buat makan alpukat sama jambu. Soalnya saya dibilang anemia. Siapa tahu sembuh begitu,” kenang pemilik nama lengkap Risa Agustina ini kepada Kaltim Post (Grup Kalteng Pos).

1 2 3 4 5 6 7Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button