Mahasiswa Prodi Teologi IAKN PKM di GKE Hampalit

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Enam orang dosen dan 12 orang mahasiswa yang tergabung dalam Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Prodi Teologi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya mengadakan kegiatan PKM berbasis penelitian di jemaat GKE Hampalit, Kereng Pangi, 17 Oktober lalu.
PKM yang diselenggarakan di Gedung Gereja GKE Hampalit dihadiri peserta yang terdiri dari pendeta jemaat, penatua diakon, perwakilan kategorial dan beberapa anggota jemaat.
Adapun tema yang diusung adalah “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Pelayanan Gereja pada Masa Pandemi COVID-19 di Jemaat GKE Hampalit”.
Ketua Tim Merilyn, M.Th mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi jemaat dalam menunjang aspek pelayanan peribadahan, perekonomian jemaat, dan membangun kesadaran jemaat mengenai pentingnya moderasi beragama pada masa pandemi Covid-19.
Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bentuk perwujudan salah satu unsur tri dharma perguruan tinggi, selain pengajaran dan penelitian, yakni pengabdian kepada masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dijabarkan dalam tiga kegiatan. Yaitu, pembinaan penatua dan diakon, pengolahan dan pengemasan masakan ayam suwir serta sosialisasi moderasi beragama.
“Serangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan berdasarkan hasil observasi tim PKM terhadap kondisi jemaat yang dilakukan pada bulan Agustus 2021 dan kesepakatan tim PKM bersama para majelis jemaat GKE Hampalit dalam Focuss Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada bulan September 2021,” katanya.
Kegiatan berlangsung tertib dalam suasana keakraban dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan sehingga para peserta sangat antusias dan terlibat secara aktif, baik pada saat berdiskusi, berbagi pengalaman pelayanan dan pada saat praktik pengolahan masakan.
Ketua Jemaat GKE Hampalit, Pdt. Friska Imelda, M.Th menyampaikan apresiasinya kepada Tim PKM. Sungguh luar biasa, banyak hal baru yang tentunya mungkin belum pernah dilaksanakan di tempat ini, sehingga tidak hanya pengetahuan secara teologi yang kami terima tetapi tentang bagaimana kemampuan melayani serta bagaimana mempraktikan dan menghasilkan sesuatu untuk mendukung perekonomian keluarga.
“Kiranya kegiatan-kegiatan seperti ini terus berlanjut, dengan tema-tema kegiatan yang baru dan cakupan yang lebih luas meliputi yang orang-orang non-Kristen juga,” ujarnya.

Pdt. Bambang Eka Lomba M.Th, selaku Ketua Resort GKE Kasongan juga menambahkan, kegiatan ini harus tetap terus dilanjutkan, sebab kegiatan ini berpengaruh terhadap kehidupan pelayanan dan kelembagaan gereja, dalam rangka membangun komitmen masing-masing pribadi dalam pelayanannya.
“Saran saya, selain membina Penatua dan Diakon alangkah lebih baiknya jika mencakup jangkauan yang lebih luas kepada seluruh warga jemaat sehingga dapat mengembangkan potensi dari jemaat itu sendiri,” tandasnya. (ram)



