Bupati Mura Dapat Jas Kehormatan PWI

PURUK CAHU,KALTENG.CO-Bupati Murung Raya (Mura), Perdie M Yoseph menghadiri silahturahmi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng. Acara berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, di Hotel Luwansa Kota Palangka Raya, pekan lalu. Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari melalui video call. Atal berhalangan hadiri secara langsung karena terkait pemberlakuan PPKM Darurat di Jawa-Bali.
“Selamat datang kepada Bupati Murung Raya, Kadis Kominfo SP Murung Raya, ketua dan sekretaris PWI se-Kalteng yang berkenan hadir pada acara silahturahmi ini dan juga penyematan jas kehormatan kepada Bupati Murung Raya Perdie M Yoseph,” tutur Ketua PWI Kalteng, HM Haris Sadikin, Jumat (2/7).
Disampaikan Haris Sadikin, sebagai professional, media berperan penting dalam kehidupan sosial bukan hanya sekedar menyediakan sarana, pelepas ketegangan atau hiburan. Tetapi isi dan informasi yang disajikan, mempunyai peran yang signifikan dalam proses sosial. Sementara itu, Bupati Mura, Perdie M Yoseph dalam kesempatan ini menegaskan, media massa dipandang juga sebagai guide, penunjuk jalan atau interpreter. Khususnya, menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternatif yang beragam.
Setidaknya, sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkin terjadinya tanggapan dan umpan balik. “Saya berharap media massa harus bersikap netral terhadap segala kepentingan bersifat politis, ekonomi dan kepentingan lainnya, demi menjaga kredibilitas pemberitaannya,” ulas Perdie.
Dia melanjutkan, pers dan media massa bisa menjadi sponsor atau rekan kerja bagi acara atau program yang mendukung penguatan hakhak individu masyarakat. Selain itu, partispasi masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan yang berbasis human security. Ditegaskan Perdie, pers dan media diharapkan pula mampu untuk menerapkan etika dalam menjalin kemitraan dengan pemerintah.
Disamping ada kode etik jurnalistik sebagai panduan, harus pula ada saling keterbukaan dan saling percaya, agar dapat terbina komunikasi dua arah yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Adapun beberapa hal lain yang perlu digaris bawahi bersama kembali, disampaikan bupati dua periode ini, terkait etika dalam penyampaian dan pembuatan berita antara lain.
Pers dan media diharapkan dapat menjaga kehormatan diri, dengan tidak menyiarkan berita yang bersifat pribadi dan mendiskreditkan. “Sampaikan berita dengan jelas, lengkap, akurat dan jujur serta obyektif, arif dan bijak dalam memberi penilaian dan analisa,” tutur bupati. Ditambahkan Perdie, penyebarluasan informasi sebaiknya tidak mengandung unsur-unsur pemberitaan yang mengarah kepada SARA yang akan menimbulkan konfl ik sosial, dan menjadi pemicu bagi keamanan dalam lingkup kehidupan sosial kemasyarakatan. (diskominfosp/dad)



