KALTENG.CO-Hepatitis Misterius yang sudah masuk Indonesia, bisa menjadi ancaman serius bagi anak-anak. Oleh sebab itu, para orangtua harus mengawasi gejalanya.
Setidaknya ada 10 negara yang telah terjangkit wabah hepatitis misterius. Pada 15 April 2022 kasus pertama tercatat di Inggris dan Irlandia Utara.
Kasusnya terus meningkat dan menyebar. Hingga 26 April 2022 WHO mencatat 169 kasus hepatitis akut misterius di 11 negara Eropa dan sejumlah negara bagian Amerika Serikat. WHO sampai saat ini belum mengungkap kepastian dari penyebab hepatitis misterius yang melanda banyak negara.
Beberapa gejala yang muncul pada anak yang terjangkit virus hepatitis misterius di antaranya berupa kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, dan penurunan kesadaran.
Diketahui, gejala yang ditemukan terhadap tiga pasien meninggal dunia yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo yakni berupa mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran. Ketiga pasien tersebut adalah rujukan dari rumah sakit di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
Untuk tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Kemenkes RI juga menyebut, kini pihaknya tengah melakukan investigasi terkait penyebab kasus dugaan hepatitis akut tersebut, yakni dengan pemeriksaan panel virus secara lengkap. Juga disebutkan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan penyelidikan epidemiologi. (Dikutip dari JawaPos.com/tur)




