Liga III Ditunda, Tunggu Putusan PSSI
PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Kejadian kerusuhan yang terjadi Kanjuruhan Malang, tentunya menjadikan duka seluruh bangsa ini. Sejarah sepakbola yang menyebabkan jatuhnya korban ratusan penonton meninggal dunia.
Akhirnya berdampak terhadap beberapa agenda liga PSSI yang sudah ditentukan. Karena masih dalam kondisi berduka serta menunggu hasil pemeriksaan aparat keamanan.
Begitu pula persiapan ajang liga III Kabupaten Kobar yang sejatinya digelar 20 September 2022, harus ditunda dan belum diketahui pasti kapan digelar.
Sekjen PSSI Kobar Samsudin mengatakan, sampai saat ini memang pihaknya sebagai penyelenggara masih menunggu arahan dari pusat. Tentunya dengan kejadian Kanjuruhan, pihaknya ikut berduka dan merasa prihatin.
Pihaknya juga menghormati putusan untuk menunda semua ajang kompteisi. Termasuk Liga III yang untuk persiapannya sendiri sudah sangat siap menjadi tuan rumah. PSSI Kobar sendiri masih menunggu arahan dan informasi lebih lanjut kapan akan digelarnya kegiatan tersebut.
“Kami masih menunggu arahan PSSI baik Provinsi maupun Pusat terkait pelaksanaan liga III. Kami turut prihatin dan berharap kedepannya kejadian di Malang tidak terulang kembali,” katanya.
Sementara itu Wakil Manajer tim Persebun Muhammad Isro Wahyudin SH mengatakan, pihaknya tentu menghormati apapun putusan dari PSSI sebagai penyelanggara. Karena memang situasi dan kondisinya terfokus dengan peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pihaknya juga mengucapkan rasa empati atas apa yang terjadi yang menyebabkan jatuhnya korban. Walaupun demikian secara tim dan kualitas persiapan sudah sangat matang. Bahkan rencana launching dan kontrak para pemain sudah dipersiapkan.
Namun dengan adanya penundaan pihaknya tetap menghormati apapun putusan yang diberikan PSSI. Begitu pula para pemain yang sudah dipersiapkan memang saat ini juga sedang diliburkan. Sembari menunggu informasi lebih lanjut kapan akan digelarnya even tersebut.
“Persebun sendiri sudah sangat siap dalam mengarungi liga III, tetapi karena situasi dan kondisi yang terjadi kita harus menghormati. Semoga nantinya ada jalan terbaik dan solusi agar sepakbola di Indonesia lebih baik lagi,” ucapnya.(son)




