ALL SPORTBeritaNASIONALSport

The Jakmania Lantangkan Tuntutan “Carlos Pena Out” Pasca Kekalahan Memalukan dari Semen Padang di Kandang Sendiri

KALTENG.CO-Situasi Persija Jakarta kian memanas. Kekalahan kandang 0-2 dari tim promosi Semen Padang FC pada Minggu (27/4/2025) malam di Stadion Pakansari, Bogor, tidak hanya menambah catatan buruk Macan Kemayoran di Liga 1 Indonesia 2024/2025, tetapi juga memicu gelombang protes keras dari kelompok suporter setia mereka, The Jakmania.

Kekalahan kesembilan musim ini, dan yang kedua kalinya terjadi di hadapan pendukung sendiri, menjadi pil pahit yang sulit ditelan.

Terlebih, lawan yang berhasil mempermalukan mereka adalah Semen Padang FC, tim yang saat ini tengah berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi. Gol dari Firman Juliansyah di menit ke-19 dan Bruno Gomes menjelang turun minum (44′) membuktikan betapa rapuhnya lini pertahanan Persija di babak pertama.

Kelengahan demi kelengahan pemain belakang sukses dimanfaatkan dengan baik oleh Kabau Sirah.

Sebelum kekalahan menyakitkan ini, Persija Jakarta juga sempat merasakan pil pahit kekalahan di kandang saat menjamu Arema FC pada 9 Maret lalu di Stadion Patriot Candrabhaga,

Bekasi. Kala itu, mereka menyerah dengan skor 1-3 dalam pertandingan yang diwarnai dengan bermainnya mereka dengan sembilan pemain.

Dua kekalahan kandang dari tim yang secara di atas kertas seharusnya bisa mereka atasi, jelas menjadi tamparan keras bagi The Jakmania.

Amarah The Jakmania Memuncak di Media Sosial

Kekalahan dari Semen Padang FC menjadi klimaks dari kekecewaan yang selama ini dirasakan oleh The Jakmania. Bagaimana tidak, tim kebanggaan mereka takluk dari tim promosi yang kini terpuruk di peringkat ke-16 dengan hanya mengumpulkan 28 poin.

Rasa malu dan frustrasi bercampur aduk hingga akhirnya diluapkan melalui berbagai platform media sosial.

Akun resmi @InfokomJakmania menjadi salah satu corong utama aspirasi para suporter. Sebuah unggahan berupa foto Carlos Pena dengan tulisan besar “Pena Out!” menjadi viral dan mendapatkan dukungan luas dari para anggota The Jakmania lainnya.

Dalam keterangannya, akun tersebut menuliskan kalimat singkat namun sarat akan kekecewaan, “Dua kali kalah di kandang bukan hasil yang pantas untuk Persija dapatkan!”

Unggahan tersebut sontak dibanjiri komentar dari para warganet yang juga merupakan bagian dari keluarga besar The Jakmania. Nada kekecewaan, kemarahan, dan tuntutan agar Carlos Pena segera meninggalkan kursi kepelatihan Persija mendominasi setiap komentar yang masuk.

“Dari awal juga sudah kelihatan, cuma huh yasudahlah. Emang udah harus out!” tulis seorang suporter dengan nada pasrah namun tetap menyiratkan kekecewaan mendalam terhadap performa tim.

Komentar lain bahkan lebih keras dalam menyampaikan aspirasinya, “MAU OUT APE GUE YANG KELUARIN INI PENA?” tulis seorang Jakmania dengan nada geram dan tidak sabar.

Bahkan, ada pula yang menilai bahwa Carlos Pena tidak memiliki mentalitas yang dibutuhkan untuk membawa Persija bersaing di papan atas. “Pelatih kagak ada mental untuk bersaing meraih gelar, cuma nyari aman untuk pekerjaan,” tulis seorang warganet lainnya.

Masa Depan Carlos Pena di Ujung Tanduk

Kontrak Carlos Pena sebagai pelatih kepala Persija Jakarta memang hanya berlaku selama satu musim, atau hingga berakhirnya kompetisi Liga 1 2024/2025. Manajemen klub sebelumnya telah memberikan target yang cukup jelas, yaitu membawa Macan Kemayoranfinish di posisi empat besar pada akhir musim.

Dengan performa tim yang jauh dari harapan, dan kini mendapatkan tekanan hebat dari suporter, masa depan Carlos Pena di Persija Jakarta semakin tidak pasti. Kekalahan demi kekalahan, terutama di kandang sendiri, jelas menjadi catatan merah yang sulit untuk diabaikan oleh manajemen.

Gelombang tuntutan “Pena Out” dari The Jakmania ini menjadi alarm keras bagi manajemen Persija Jakarta. Mereka dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan Carlos Pena di tengah ketidakpuasan suporter yang semakin membesar, atau mengambil langkah berani untuk melakukan perubahan di kursi kepelatihan demi menyelamatkan musim kompetisi dan mengembalikan kepercayaan para pendukung setia.

Keputusan yang akan diambil oleh manajemen Persija Jakarta dalam waktu dekat akan sangat menentukan arah dan nasib tim di sisa kompetisi Liga 1 2024/2025. Satu hal yang pasti, suara The Jakmania sebagai pilar kekuatan tim tidak bisa lagi diabaikan.

Mereka menginginkan perubahan, dan perubahan itu harus segera diwujudkan jika Persija Jakarta tidak ingin terus terpuruk dalam keterpurukan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button