Sri Neni Trianawaty: Edukasi Mitigasi Bencana di Sekolah Penting untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan

MUARA TEWEH, Kalteng.co – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawaty, menegaskan pentingnya edukasi mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Ia menilai, langkah ini merupakan bagian vital dalam membangun budaya siaga bencana sejak dini.
Menurut Sri Neni, Kabupaten Barito Utara memiliki cukup kerentanan terhadap sejumlah jenis bencana, seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta tanah longsor di wilayah tertentu. Karena itu, keterlibatan lembaga pendidikan dalam upaya mitigasi harus menjadi perhatian bersama.
“Sekolah adalah tempat yang sangat strategis untuk menanamkan pemahaman tentang kebencanaan kepada anak-anak. Mereka bisa belajar mengenali tanda-tanda bencana, memahami cara menyelamatkan diri, hingga membentuk sikap tanggap dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Sri Neni, Senin (15/7/2025).
Politisi dari fraksi partai Golkar yang di kenal aktif mendorong program berbasis kemasyarakatan ini menyebut bahwa pendidikan kebencanaan di sekolah tidak harus menunggu kejadian luar biasa. Justru, upaya pencegahan dan peningkatan literasi bencana lebih efektif jika di mulai secara rutin dan terstruktur.
“Edukasi mitigasi ini sebaiknya di masukkan dalam kurikulum muatan lokal atau di kemas dalam kegiatan ekstrakurikuler. Bisa melalui simulasi evakuasi, pelatihan pertolongan pertama, atau kerja sama dengan BPBD dan instansi terkait,” tambahnya.
Kita Perlu Membangun Sistem Yang Tangguh Dalam Pencegahan Dan Mitigasi
Sri Neni juga mengimbau Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara untuk lebih proaktif dalam membangun kolaborasi lintas sektor guna mendukung program pendidikan siaga bencana.
“Kita perlu membangun sistem yang tidak hanya responsif saat bencana terjadi, tapi juga tangguh dalam pencegahan dan mitigasi. Dan itu di mulai dari generasi muda di sekolah-sekolah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran untuk kegiatan mitigasi bencana di sekolah. Menurutnya, DPRD siap mendukung dari sisi regulasi maupun penganggaran apabila program tersebut di rancang dengan jelas dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dengan meningkatnya ancaman bencana akibat perubahan iklim, Sri Neni berharap semua pihak semakin sadar dan bersinergi dalam membangun kesadaran kolektif, terutama di lingkungan pendidikan.
“Mitigasi bukan hanya urusan pemerintah atau lembaga tertentu. Ini tanggung jawab bersama. Dan edukasi adalah fondasi utama agar kita lebih siap dan selamat saat bencana datang,” tutupnya. (pra)
EDITOR : TOPAN



