Bandar Sabu di Gunung Mas Diborgol, Petugas Sita Uang Rp 46 Juta dan 5 Gram Sabu

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah (BNNP Kalteng) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah pedalaman.
Kali ini, seorang pria yang diduga sebagai bandar kecil sabu berhasil diringkus di Desa Luwuk Langkuas, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas.
Plt Kepala BNNP Kalteng, Kombes Pol Ruslan Abdul Rasyid mengungkapkan, penangkapan tersebut dilakukan pada Senin (28/7/2025) pagi, tepat di depan Kantor Desa Luwuk Langkuas.
“Tersangka bernama Yuel alias Ateng (48), sehari-hari bekerja sebagai penambang. Berdasarkan informasi dan pengakuan awal, mayoritas pelanggannya juga merupakan para pekerja tambang di wilayah tersebut,” katanya, Jumat (1/8/2025).
Dari hasil penangkapan, petugas mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 5 gram, satu unit handphone, uang tunai sebesar Rp 46 juta, serta sebuah timbangan digital.
Dari hasil penyidikan sementara, bahwa uang tersebut diduga merupakan hasil transaksi narkoba yang dilakukan tersangka.
“Dengan barang bukti dan modus yang digunakan, pelaku diklasifikasikan sebagai bandar kecil yang mengedarkan sabu secara rutin di wilayah desa,” ungkapnya.
Penangkapan tersangka turut dibantu aparat desa setempat. Saat proses penggeledahan, petugas mendapati fakta mencengangkan—sekitar delapan orang pembeli datang silih berganti ke lokasi, diduga untuk melakukan transaksi sabu.
“Tersangka mengaku baru dua kali melakukan transaksi. Tapi fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Indikasinya kuat bahwa ia sudah cukup lama menjalankan bisnis haram ini,” tambahnya.
Sabu yang diedarkan pelaku diketahui diperoleh dari seseorang yang masih berada di wilayah Kalimantan Tengah.
“Barang tersebut langsung dikirimkan ke Desa Luwuk Langkuas untuk diedarkan kembali kepada para pekerja tambang,” bebernya.
BNNP Kalteng saat ini masih melakukan pengembangan untuk menelusuri jaringan pemasok sabu yang terhubung dengan tersangka.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Penangkapan ini menjadi pintu masuk untuk mengungkap jaringan yang lebih besar, terutama yang menyasar para pekerja tambang sebagai pasar utamanya,” tegasnya.(oiq)
EDITOR: TOPAN



