Geger! Pria Paruh Baya di Gang Suhada Tewas Gantung Diri Dalam Rumah

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Suasana tenang di Jalan Sumatra Gang Suhada, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kotawaringin Palangka Raya, mendadak berubah mencekam. Seorang pria ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya, Selasa (6/8/2025).
Pria tersebut diketahui berinisial LN, berusia 45 tahun, yang selama ini tinggal seorang diri.
Tubuh korban pertama kali dicurigai keberadaannya oleh warga sekitar setelah mencium aroma menyengat yang berasal dari dalam rumah.
Setelah tiga hari tidak terlihat seperti biasanya, kekhawatiran mulai muncul di antara para tetangga yang kerap melihat korban duduk di teras rumahnya.
“Kami awalnya curiga karena tiga hari tidak kelihatan, padahal biasanya sering duduk di depan rumah. Ditambah lagi ada aroma yang tidak sedap dari dalam rumah,” ujar seorang warga, Salmiah (53).
Karena curiga, beberapa warga kemudian mengintip dari jendela samping sembari memanggil-manggil korban.
Tak ada jawaban. Saat itulah mereka melihat tubuh LN sudah dalam kondisi membiru, tergantung dengan tali jemuran biru yang terikat di leher, dan menggantung di ventilasi kamar.
Penemuan tersebut sontak menghebohkan lingkungan setempat. Warga langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
“Setelah melihat kondisi korban tersebut, kami segera melamporkannya kepada Ketua RT setempat dan aparat kepolisian,” bebernya.
LN telah lama hidup sendiri sejak bercerai dengan istrinya. Dua anaknya ikut tinggal bersama sang mantan istri, sementara LN menetap di rumah tersebut seorang diri.
“Biasanya dia ada terlihat duduk di depan rumahnya. Namun semenjak bercerai itu, korban terlihat seakan menutup dirinya,” tukasnya.
Tak lama setelah laporan warga diterima, jajaran Polsek Pahandut bersama tim Inafis Polresta Palangka Raya datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Doris Sylvanus, tepatnya ke ruang Kamboja, untuk dilakukan pemeriksaan medis dan forensik (Visum et Repertum) guna memastikan penyebab pasti kematian.
“Kita tunggu hasil olah TKP dari Inafis Polresta Palangka Raya. Ini memang salah satu warga kami di kelurahan Pahandut. Korban memang sudah lama pisah dengan istrinya dan tinggal seorang diri disini serta selama ini kurang bersosialisasi dengan warga,” ungkap Aipda M. Muhsin, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pahandut mewakili Kapolsek Pahandut, Kompol Volvy Apriana.
Dari lokasi kejadian, kepolisian mengamankan tas Selempang milik korban, gunting, tali tambang berwarna biru yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya serta 1 buah kaleng cat ukuran 4 kilogram yang diduga sebagai alat pijakan korban sebelum melakukan aksi nekatnya.
“Dari olah TKP juga ditemukan surat wasiat dari korban yang meminta kematiannya tidak disampaikan kepada pihak keluarga,” tutupnya. (oiq)
EDITOR: TOPAN




