BeritaKALTENGNASIONALPalangka Raya

Warga Palangka Raya Minta Pemberitaan Soal Masjid Kubah Hijau Lebih Objektif

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemberitaan terkait Masjid Kubah Hijau Al-Abrar di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, menuai respons dari sejumlah jamaah dan masyarakat. Mereka menilai, narasi yang diolah salah satu media belakangan ini cenderung menyudutkan pengurus masjid tanpa menyajikan penjelasan secara menyeluruh.

Sorotan tersebut muncul setelah adanya pemberitaan mengenai kondisi masjid usai pelaksanaan salat Subuh. Namun bagi sebagian jamaah, informasi yang disampaikan dinilai belum memenuhi prinsip keberimbangan karena tidak menghadirkan klarifikasi langsung dari pihak pengelola masjid.

Beberapa jamaah menyebut Masjid Kubah Hijau selama ini dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan terbuka bagi masyarakat. Pengurus masjid juga dinilai konsisten menjaga kebersihan, keamanan, hingga kenyamanan jamaah secara sukarela.

“Selama ini pengurus bekerja tanpa pamrih. Mereka menjaga masjid setiap hari, mengatur kegiatan ibadah, bahkan memperhatikan kebersihan dan fasilitas. Jadi kalau ada persoalan kecil, seharusnya dikomunikasikan baik-baik, bukan langsung dibawa ke pemberitaan yang bisa membentuk opini negatif,” ujar salah seorang jamaah, Jumat, (15/5/2026).

Menurut jamaah lainnya, keputusan teknis di lingkungan masjid, termasuk pengaturan lampu atau fasilitas tertentu, bisa saja dilakukan karena alasan efisiensi, keamanan, maupun pertimbangan operasional lainnya. Karena itu, publik dinilai perlu mendapatkan penjelasan utuh sebelum menyimpulkan sesuatu.

Masyarakat juga menyoroti penggunaan narasi bernuansa moral dan agama dalam pemberitaan yang dianggap seolah menggambarkan pengurus masjid tidak peduli terhadap jamaah. Padahal, menurut mereka, pengurus selama ini justru dikenal aktif memakmurkan rumah ibadah dan melayani kebutuhan umat.

“Masjid Kubah Hijau bukan baru berdiri kemarin. Banyak kegiatan sosial dan keagamaan berjalan di sana. Jadi sangat disayangkan kalau muncul pemberitaan yang terkesan menggiring opini tanpa tabayyun terlebih dahulu,” ungkap warga lainnya.

Sejumlah jamaah berharap media tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dengan tetap mengedepankan asas cover both sides. Mereka menilai kritik memang penting, namun harus disampaikan secara adil agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurut mereka, rumah ibadah seharusnya menjadi ruang pemersatu umat, bukan justru menjadi sumber polemik akibat pemberitaan yang dinilai belum sepenuhnya berimbang. “Masyarakat tentu ingin informasi yang objektif. Kalau ada persoalan, duduk bersama dan klarifikasi jauh lebih baik daripada membangun opini yang akhirnya menimbulkan kegaduhan,” tegas salah seorang jamaah.

Masyarakat berharap hubungan harmonis antara jamaah, pengurus masjid, dan media tetap terjaga. Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk lebih mengedepankan komunikasi terbuka serta tabayyun demi menjaga suasana kondusif dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Kota Palangka Raya. (pra)

Related Articles

Back to top button