Bukti Serius! Polri Publikasikan Tujuh Anggota Brimob yang Berada di Mobil Rantis Saat Tabrak Driver Ojol

KALTENG.CO-Tragedi yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, dalam kericuhan demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI akhirnya menemui babak baru.
Pihak kepolisian, melalui Divisi Propam Polri, telah mengambil langkah tegas dengan memanggil dan memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang diduga terlibat dalam insiden tabrak lari tersebut.
Rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram resmi @divisipropampolri memperlihatkan momen penting saat para terduga pelaku diinterogasi.
Dalam video tersebut, mereka terlihat mengenakan pakaian berwarna hijau dan satu per satu memberikan keterangan terkait kronologi kejadian tragis yang menewaskan Affan. Video ini seakan menjadi penanda keseriusan pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus yang telah memicu kemarahan publik.
Viralnya Video dan Tuntutan Keadilan Publik
Sebelumnya, masyarakat dihebohkan oleh sebuah video yang beredar luas di media sosial. Video itu menunjukkan detik-detik mengerikan di mana Affan Kurniawan ditabrak hingga terlindas oleh sebuah kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah kericuhan demonstrasi. Peristiwa ini terjadi saat aksi massa berakhir ricuh, dan di situlah Affan menjadi korban.
Video tersebut dengan cepat menyebar dan memicu gelombang kemarahan publik. Warganet menuntut pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Kemarahan semakin memuncak ketika video lain muncul, menampilkan sejumlah massa yang mengejar rantis yang diduga terlibat dalam kecelakaan. Aksi pengejaran ini menunjukkan betapa besar perhatian masyarakat terhadap kasus ini dan keinginan mereka agar pelaku segera diadili.
Proses Hukum Berjalan: Tujuh Anggota Brimob dalam Pemeriksaan
Menanggapi tekanan publik, Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, mengonfirmasi bahwa timnya sedang memeriksa intensif tujuh anggota Brimob terkait insiden tersebut. Menurutnya, ketujuh anggota ini berada di dalam rantis yang menabrak Affan saat demonstrasi berubah menjadi kerusuhan.
“Saat ini, kami tengah memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya,” ujar Irjen Abdul Karim.
Identitas mereka juga telah diungkap, masing-masing dengan inisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J. Pemeriksaan ini diharapkan dapat mengungkap detail kejadian secara lebih mendalam, termasuk kemungkinan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur. Langkah ini menunjukkan komitmen Polri untuk transparan dan akuntabel dalam menangani kasus yang melibatkan anggotanya sendiri. (*/tur)



