Percepat Realisasi Anggaran
NANGA BULIK,Kalteng.co – Pemerintah Kabupaten Lamandau melaksanakan Rapat Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau, Senin (8/9/2025).
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lamandau, H. Abdul Hamid, dan dihadiri oleh Sekda Lamandau M. Irwansyah, Asisten I Setda Lamandau, serta seluruh Kepala OPD lingkup Pemkab Lamandau.
Rapat yang dipimpin oleh Sekda M. Irwansyah tersebut membahas sejumlah agenda penting, di antaranya mengevaluasi realisasi APBD Kabupaten Lamandau hingga 31 Agustus 2025.
Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan, dan SDA, Meigo Basel, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah telah mencapai sekitar 55 persen. “Ada lima perangkat daerah dengan realisasi tertinggi, antara lain Dinas Ketahanan Pangan, Disdukcapil, Satpol PP dan Damkar, Disnakertrans, serta Kecamatan Menthobi Raya,” kata Meigo Basel.
Sementara itu, sejumlah perangkat daerah pengelola Dana Alokasi Khusus (DAK), seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, RSUD Gusti Abdul Gani, Dinas Kesehatan, serta Dinas PUPR-Perkimtan turut menyampaikan progres serta kendala pelaksanaan anggaran.
Hasil rapat juga mencatat adanya perangkat daerah dengan realisasi anggaran yang masih rendah, seperti BPKPD, Dinas PUPR-Perkimtan, dan RSUD Gusti Abdul Gani. Salah satu penyebabnya adalah efisiensi DAK oleh pemerintah pusat, yang mengakibatkan sejumlah kegiatan tidak dapat dilaksanakan.
Di sisi lain, beberapa kecamatan juga menghadapi kendala koordinasi dengan kelurahan dalam penyusunan laporan, sehingga berdampak pada keterlambatan realisasi keuangan di tingkat daerah.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Abdul Hamid meminta agar seluruh perangkat daerah lebih aktif melakukan koordinasi, baik dalam penyampaian laporan maupun penyelesaian kendala di lapangan. “Saya berharap setiap perangkat daerah dapat bergerak lebih cepat, melakukan komunikasi yang intensif, dan mencari solusi bersama agar serapan anggaran dapat lebih optimal,” kata Abdul Hamid.(pra)
EDITOR:TOPAN




