DPRD KOTAWARINGIN TIMURKabar DaerahLEGISLATIF

DPRD Dorong Sinergi Infrastruktur dan Pariwisata, Pulau Hanibung Disiapkan Jadi Magnet Ekonomi Baru Kotim

SAMPIT, Kalteng.co – Upaya membangkitkan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai diarahkan ke penguatan infrastruktur dasar. Komisi IV DPRD Kotim menilai, peningkatan akses menuju destinasi wisata dan penanganan banjir di wilayah perkotaan merupakan dua prioritas yang harus berjalan beriringan dalam Rancangan APBD 2026.

Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Mariani, mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya berfungsi memperbaiki aksesibilitas, tetapi juga menjadi fondasi penggerak ekonomi lokal, terutama di sektor wisata. Salah satu lokasi yang mendapat perhatian adalah Pulau Hanibung, destinasi wisata potensial yang dinilai masih sulit dijangkau karena kondisi jalan yang belum memadai.

“Kalau jalan menuju Pulau Hanibung bagus, maka daya tarik wisatanya pasti meningkat. Kami harap rencana ini bisa terealisasi tahun depan,” ujar Mariani saat rapat pembahasan RAPBD 2026 bersama Dinas SDABMBKPRKP, Rabu (22/10/2025).

Sebagai bentuk dukungan konkret, Mariani mengungkapkan DPRD telah mengalokasikan tiga unit perahu wisata melalui dana aspirasi yang akan dikelola oleh kelompok UMKM setempat. Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat sekitar destinasi.

“Kita tidak bisa terus-menerus hanya memberi bantuan tunai. Masyarakat perlu diberdayakan agar mampu berusaha sendiri. Jadi bukan hanya memberi ikan, tapi memberi pancing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP), Mentana Dhinar Tistama, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi pelaksanaan program prioritas. Fokus utama tahun 2026 tetap diarahkan pada pemeliharaan jalan, pengendalian banjir, dan penataan ruang kota.

“Kami maksimalkan sumber daya yang ada. Fokus pada pemeliharaan jalan rutin, drainase, dan taman kota. Alat berat juga segera datang untuk memperkuat pekerjaan lapangan,” jelasnya.

Menurut Mentana, penanganan banjir masih menjadi isu krusial yang terus mendapat perhatian. Pihaknya melakukan perawatan rutin saluran air dan drainase utama untuk memastikan aliran air tetap lancar, terutama di kawasan padat penduduk.

“Persoalan banjir ini mendesak dan sejalan dengan visi misi Bupati. Kami setiap hari bekerja di saluran dalam kota,” tambahnya.

Terkait akses wisata, Mentana menyebut peningkatan jalan penghubung dari Kota Besi menuju Desa Kandan, akses utama ke Pulau Hanibung, kembali diusulkan masuk dalam program 2026. Proyek ini sempat direncanakan melalui dana DAK, namun tertunda tahun sebelumnya.

“Tahun depan akan kami usulkan kembali. Kalau anggaran memungkinkan, bisa sampai tahap pengaspalan. Kalau belum, akan kami sesuaikan dengan prioritas lain,” ujarnya. (oiq)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button