BeritaKAWAT DUNIAPOLITIKASOSOK

Rama Duwaji: First Lady Muslimah Pertama di New York City, Masih Berusia 28 Tahun

KALTENG.CO-Rama Duwaji, perempuan Muslim pertama dan termuda yang akan menyandang gelar First Lady di New York City, bukan sekadar pendamping politik.

Sosoknya yang seorang seniman dan aktivis diam-diam telah menjadi cerminan baru New York yang progresif, kreatif, dan inklusif.

New York City baru saja mengukir sejarah. Di malam pemilu, Selasa (5/11/2025) waktu setempat, kemenangan Wali Kota terpilih Zohran Mamdani menandai babak baru. Namun, sorotan publik turut tertuju pada perempuan di sampingnya di Brooklyn Paramount Theater: Rama Duwaji.

Pada usianya yang baru menginjak 28 tahun, Rama Duwaji akan menjadi First Lady termuda sekaligus perempuan Muslim pertama dalam sejarah New York City. Kehadirannya melambangkan perpaduan antara perubahan dan kontinuitas, serta identitas generasi baru yang memimpin.

đź–¤ Lebih dari Busana: Simbol Identitas dan Solidaritas

Penampilan Rama Duwaji di malam pemilu menjadi sorotan media, termasuk The New York Times. Dengan busana serba hitam yang sederhana namun sarat makna, Rama memproyeksikan identitas dan nilai-nilai yang melekat pada dirinya.

  • Atasan Hitam: Karya desainer Palestina-Yordania, Zeid Hijazi. Pilihan ini secara tegas menunjukkan dukungan dan penghormatan pada akar Timur Tengah dan isu Palestina.
  • Aksesori: Dipadukan dengan rok velvet Ulla Johnson dan anting silver spike Eddie Borgo, menampilkan keseimbangan antara estetika modern dan komitmen nilai kreatif yang kuat.

Pilihan busana ini selaras dengan visi suaminya, Zohran Mamdani, yang menyeimbangkan idealisme progresif dengan tanggung jawab institusional—sebuah sinyal bahwa peran First Lady modern akan menjadi panggung untuk bersuara.

🖼️ Dari Houston ke New York: Jejak Karier Seniman dan Aktivis

Peran Rama Duwaji jauh melampaui sekadar penampilan. Lahir di Houston, Texas, pada 1997 dari orang tua Muslim Suriah dan besar di Dubai, Rama memiliki latar belakang multikultural yang unik. Pendidikan tingginya fokus pada seni visual dan komunikasi:

Jenjang PendidikanInstitusiFokusTahun Kelulusan
Bachelor of Arts (B.A.) in CommunicationsVirginia Commonwealth University (VCU)Komunikasi2019
Master of Fine Arts (M.F.A.)School of Visual Arts (SVA) New YorkIlustrasi Visual2023

Sebagai seorang ilustrator, animator, dan perajin keramik, Duwaji telah membangun portofolio mengesankan dengan klien bergengsi, seperti The New Yorker, The Washington Post, Vogue, Apple, Spotify, hingga Tate Modern.

Inti dari karya-karyanya sering menyentuh isu sosial-politik yang mendalam. Ia menggunakan seni sebagai medium advokasi yang nyata, mulai dari konflik Palestina—termasuk membuat animasi tentang krisis di Gaza—hingga mengkritik kebijakan imigrasi Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE).

“Seni selalu bersifat politis—dari penciptaan, pendanaan, hingga distribusi.”

— Rama Duwaji, dalam postingan ‘Art in Times of Crisis’.

🥂 ‘Hayati’ dan Peran di Balik Layar

Meskipun memiliki profil karier yang kuat, selama kampanye, Duwaji memilih peran yang tenang di balik layar. Namun, perannya signifikan, termasuk membantu membangun identitas brand dan kehadiran digital suaminya yang viral.

Zohran Mamdani sendiri dengan tegas menepis anggapan bahwa istrinya hanya sekadar pendamping. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan: “Rama bukan hanya istriku, ia seorang seniman luar biasa yang pantas dikenal atas prestasinya sendiri.”

Di malam kemenangannya, Mamdani memberikan penghormatan khusus kepada istrinya dengan memanggilnya “hayati,” sebuah kata dalam bahasa Arab yang berarti “hidupku” atau “sumber hidupku”. Panggilan penuh cinta dan kasih sayang ini menunjukkan kedekatan emosional mereka, sekaligus menempatkan Rama sebagai figur sentral dalam perjalanan Mamdani, baik secara pribadi maupun publik.

Pasangan ini, yang bertemu melalui aplikasi kencan Hinge pada tahun 2021 dan menikah pada Februari 2025, merepresentasikan kisah cinta modern yang seimbang antara komitmen pribadi dan tanggung jawab publik.

🏙️ Cerminan Wajah Baru New York

Perjalanan Rama Duwaji membuktikan bahwa peran First Lady modern bukan lagi sekadar gelar seremonial. Di New York City, Rama Duwaji mencerminkan wajah baru kota yang multikultural, progresif, dan kreatif.

Sebagai seorang seniman, aktivis, Gen Z, dan perempuan Muslim pertama yang menduduki posisi ini, ia membawa perspektif baru yang sarat makna, strategis, dan berpotensi sangat berpengaruh dalam membentuk narasi budaya dan sosial di salah satu kota terpenting di dunia. (*/tur)

Related Articles

Back to top button