PENDIDIKANUNIVERSITAS PALANGKA RAYA

UPR Angkat Kreativitas dan Riset Mahasiswa Lewat Seminar Nasional Kedua

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Komitmen Universitas Palangka Raya (UPR) dalam memajukan budaya ilmiah kembali diperlihatkan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Kreativitas Mahasiswa ke-2, Kamis (4/9/2025).

Kegiatan yang mengusung fokus penguatan prestasi mahasiswa di level nasional dan internasional ini menarik perhatian lebih dari 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Digelar secara hybrid, seminar ini memadukan pertemuan luring di kampus UPR dengan partisipasi daring dari berbagai provinsi, seperti Aceh, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Tengah.

Sebanyak 58 tim turut berkontribusi dalam call for paper, menyajikan gagasan ilmiah yang menunjukkan keberagaman perspektif riset mahasiswa.

Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UPR, Wijanarka yang menyampaikan bahwa UPR terus berupaya menghadirkan ruang aktualisasi bagi mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa memiliki akses untuk unjuk karya, memperluas jejaring, dan mengasah kompetensi melalui forum-forum seperti ini,” ujarnya.

Sejumlah narasumber nasional hadir memberikan wawasan strategis. Dr. Sopingi dari Universitas Negeri Malang menekankan pentingnya melatih kreativitas akademik lewat kompetisi ilmiah seperti PKM. Sementara itu, Dr. Wachyu Hari Haji dari BINUS University menilai bahwa pengembangan kreativitas tidak dapat dilepaskan dari keberanian mahasiswa membangun jiwa kewirausahaan. Sesi diskusi yang dipandu Suhermanberlangsung dinamis dan diikuti antusias baik oleh peserta luring maupun daring.

Seminar juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman dari Tasya Amalia dan M. Rizky Prasetyo, mahasiswa penerima hibah PKM dan P2MW 2024. Keduanya mengisahkan perjalanan dalam merancang inovasi hingga mengimplementasikannya dalam program pengembangan kewirausahaan mahasiswa.

Pada rangkaian berikutnya, presentasi makalah dilakukan di empat ruang seminar dan dua ruang breakout daring. Para pemakalah memaparkan riset mereka, memperlihatkan kualitas naskah ilmiah sekaligus keberanian mahasiswa memperkuat budaya penelitian lintas daerah.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menetapkan peraih penghargaan untuk kategori Artikel Terbaik, Presenter Terbaik, dan Bahan Tayangan Terbaik di setiap ruang presentasi, menandai tingginya standar kualitas karya yang diikutsertakan.

Menutup kegiatan, Wijanarka kembali menegaskan pentingnya keberlanjutan forum semacam ini. Seminar ini bukan hanya ruang berbagi ilmu, tetapi juga wadah kolaboratif yang membentuk jejaring mahasiswa di seluruh Indonesia.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus digelar dengan kualitas yang semakin baik,” tutupnya. (oiq)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button